RSSA Malang Minta Masyarakat Waspada Kanker Payudara, Deteksi Dini Permudah Rekonstruksi

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Naufal Ardiansyah

30 Sep 2024 13:39

Thumbnail RSSA Malang Minta Masyarakat Waspada Kanker Payudara, Deteksi Dini Permudah Rekonstruksi
RSSA akan Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSSA menggelar grand lecture, live surgery dan workshop cadaveric tentang rekonstruksi kanker payudara. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang meminta masyarakat agar mewaspadai kanker payudara. Semakin dini deteksi dan penanganan yang didapat, maka proses rekonstruksi pun akan mudah dilakukan. 

Dr. dr. Herman Yosef Limpat Wihastyoko, Sp.BP-RE.,Subsp.KM (K), Ketua Program Studi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik menjelaskan hingga kini masyarakat masih awam akan hal tersebut. 

"Ketika terkena kanker payudara, semakin dini stadiumnya, semakin harus cepat dilakukan tindakan dan rekonstruksinya. Kebanyakan dari kita, terutama perempuan itu malu, datang pasti terlambat," ujar Herman, Senin 30 September 2024. 

Deteksi dini dapat dilakukan dengan memeriksa payudara secara mandiri. Apabila ditemukan hal-hal aneh maka dapat segera dikonsultasikan kepada dokter. 

Baca Juga:
Mahasiswa UB Ciptakan BUDDY, Deteksi Dini Kanker Payudara Berbasis AI dan Kamera Termal

Ia menekankan bahwa rekonstruksi tubuh bukanlah hal yang menakutkan. Terlebih banyak manfaat yang didapat, mulai dari kualitas hidup yang lebih baik, kepercayaan diri, dan mengatasi persoalan lainnya. 

"Karena edukasi yang dirasa kurang, temuan kanker di Indonesia cukup tinggi. Pemerintah juga melalui program KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi). Kanker ditempatkan pada urutan pertama karena menyebabkan kematian yang cukup besar," tambahnya. 

Untuk memupuk kesadaran masyarakat, Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSSA menggelar grand lecture, live surgery dan workshop cadaveric dengan narasumber Assoc. Prof. Sinikka Suominen, MD., Ph.D dari University of Helsinki Finlandia. 

Prof Sinikka Suominen akan menjelaskan teknik operatif tata laksana rekonstruksi payudara yang selama ini telah dilakukan sealma 40 tahun di Finlandia. 

Baca Juga:
Kenali Penyakit Jantung Bawaan, RSUD Sosodoro Bojonegoro Gelar Edukasi Deteksi Dini

RSSA sendiri telah beberapa kali menangani konstruksi kanker payudara. Herman menyebut dalam sebulan sempat dilakukan satu kali penanganan. Rata-rata, jumlah pasien yang ditangani telah berada di stadium 3-4. 

"Kebanyakan stadium 3, itu parah. Ada yang stadium 4 yang kemudian sudah menyebar. Kalau misal dia datang dengan stadium 1 atau 2, rekonstruksinya akan lebih bagus. Bisa dikembalikan ke bentuk semula," ucapnya. 

Tak hanya itu, keberhasilan rekonstruksi kanker payudara di RSSA telah ditunjang dengan teknologi yang semakin canggih. Tak heran jika tingkat keberhasilannya pun mencapai 90 persen. 

"Kalau sekarang dengan teknologi makin bagus, RSSA punya mikroskop yang canggih, tingkat keberhasilan lebih tinggi. Sampai sekarang mencapai 90 persen. Kalau dulu masih awal-awal itu sulit," tuturnya. 

Meskipun telah tercover, namun rekonstruksi kanker payudara belum sepenuhnya tercover oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut ditengarai oleh banyaknya tahapan yang harus dilakukan. Namun tim dokter tengah berupaya agar penanganan pasien dapt lebih efektif. 

"Kanker kan menjadi program utama pemerintah untuk diselesaikan.  Nanti kita tolong KJSU agar diikuti dengan rekonstruksinya sampai pasien merasa quality of life menjadi lebih baik. Kita dorong terus menerus," paparnya. (*)

Baca Sebelumnya

Daftar 15 Pejabat Indonesia Penerima Gelar Kehormatan Honoris Causa

Baca Selanjutnya

Perjuangan Mahasiswa Unesa Menuju Michigan State University Lewat IISMA-Co Funding

Tags:

Rekonstruksi Kanker Payudara Kanker Payudara RSSA RSUD dr. Saiful Anwar deteksi dini

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar