RS Pelamonia Makassar Terima Penghargaan Juara I Zona Integritas dari Kasad Maruli

Jurnalis: Sholeh
Editor: Naufal Ardiansyah

1 Mar 2024 12:49

Thumbnail RS Pelamonia Makassar Terima Penghargaan Juara I Zona Integritas dari Kasad Maruli
Karumkit Pelamonia, Kolonel Ckm dr. Fenty Alvian Amu, Sp.P,, M.A.R.S., F.I.S.R menerima penghargaan dari Kasad Jenderal Maruli. (Foto: TNI AD)

KETIK, JAKARTA – Rumah Sakit Tk II Pelamonia, Kodam XIV/Hasanuddin Makassar mendapatkan penghargaan yang diterima langsung Kepala RT Rumah Sakit (Karumkit) Pelamonia Kolonel Ckm dr. Fenty Alvian Amu, Sp.P,, M.A.R.S., F.I.S.R. dalam acara Rapim TNI-AD, di Balai Kartini, Mabes TNI-AD, Jakarta, Jumat (1/3/2024). 

Waka Puskesad, Brigjen TNI dr. I Made Mardika, Sp.PD.,M.A.R.S, FINASIM merasakan bangga akan hal tersebut, karena ia pernah menjadi Karumkit Tk II Pelamonia pada tahun 2016 hingga 2020. 

"Saya ikut bangga dan terharu atas penghargaan dari Bapak Kasad, bagaimanapun banyak kenangan saat bertugas di RS Pelamonia," ungkap Made. 

Dan di era kepemimpinan Made, RS Pelamonia bersolek dan berbenah diri. Pihaknya memasang paving block di halaman depan sehingga tidak lagi becek ketika musim hujan. Ia juga merenovasi sejumlah bangunan. 

Baca Juga:
Pulang ke Kota Pejuang, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Kini Pimpin Korem 072/Pamungkas

Dan yang lebih penting, di era dr. I Made Mardika, RS Pelamonia memiliki fasilitas MRI (Magnetic Resonance Imaging). Yaitu sebuah alat medis pemeriksaan yang dilakukan menggunakan gelombang radio dan teknologi magnet.

“Sekali lagi, saya mengucapkan selamat atas pencapaian prestasi tersebut. Semoga penghargaan yang diterima menjadi daya ungkit dan semangat untuk berkarya lebih baik lagi ke depan. Bravo! “ ujar dr. Made.

Atas pencapaian prestasi ranking pertama Zona Integritas itu, RS Pelamonia menerima dana pembinaan sebesar Rp 1 miliar dari Kasad.

 “Di era saya belum ada semacam penghargaan Zona Integritas, tapi kami sudah melakukannya, sehingga ketika ada penilaian sekarang, RS Pelamonia tetap unggul performanya,” ujar dr. Made, bangga.

Baca Juga:
Resmi Berganti, Dandim 0823 Situbondo Kini Dijabat Ferry Ardian

Made sendiri usai bertugas di Pelamonia, langsung bergeser menjadi Kakesdam IX/Udayana. Kala itu Maruli Simanjuntak menjabat sebagai Pangdam Udayana. 

Saat ditemui wartawan, Made sempat berkomunikasi lewat telepon dengan juniornya, Ka Rumkit Pelamonia Kolonel Ckm dr Alvian yang putra Gorontalo. 

“Dia ada di sana waktu saya menjadi Ka Rumkit. Jadi tahu, bagaimana kami dulu menyiapkan rumah sakit itu sehingga bisa menjadi bagus dan membanggakan seperti sekarang,” kata Made pula.

Ia teringat, saat menjadi Ka Rumkit RS Pelamonia Makassar dulu, tinggalnya tak jauh dari lokasi rumah sakit. Tepatnya di Jl. Buntu Torpedo. “Kalau ke kantor jalan kaki,” kenang mantan Dokpri Wapres Boediono dan Wapres Jusuf Kalla itu dan juga mantan anggota Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Presiden Jokowi.

Tokoh Pelamonia

RS Pelamonia adalah satu dari puluhan rumah sakit di bawah Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat. Di Makassar dan masyarakat kawasan timur Indonesia, nama RS Pelamonia sangat familiar. 

RS milik TNI-AD yang operasionalnya di bawah binaan Kesdam Hasanuddin itu, tidak saja memberi pelayanan kepada prajurit, PNS beserta keluarga, tetapi juga bagi masyarakat umum. Termasuk pasien BPJS.

Meski berada di Makassar, tetapi nama rumah sakit itu adalah nama fam masyarakat Pulau Saparua, Maluku Tengah. Tepatnya, diambil dari nama putra Maluku Eduard Ernst Pelamonia, mantan tantara KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch) yang kemudian bergabung ke TNI.

Kisah pemberian nama Pelamonia juga dilatarbelakangi sejarah panjang. Dulunya, rumah sakit tersebut dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1917 dan bernama Militaire Hospital.

Militaire Hospital, salah satu instalasi kesehatan tentara Belanda pada saat itu baru dapat diambil alih TNI pada tanggal 12 Juli 1950 kemudian menjadi RST TT VII dengan pimpinan Ka Rumkit Letkol dr. Sumarno S. merangkap Ka DKT-TIT, dan Waka Rumkit Mayor tit dr. Ch. Mailoa yang sebelumnya dokter dari Militair Hospital.

Pada tanggal 1 Juni 1957 dengan berubahnya TT VII menjadi Kodam Sulawesi Selatan dan Tenggara (KDMSST) kemudian berubah nama menjadi Kodam XIV Hasanuddin, maka Rumah Sakit pun berubah nama dari RST TT. VII menjadi Rumkit KDMSST kemudian menjadi Rumah Sakit Kodam XIV/Hsn “Pelamonia” dan kini dikenal dengan nama Rumah Sakit Tk.II Pelamonia.

Pemilik nama yang diabadikan menjadi nama Rumkit, yaitu Letkol dr E.E Pelamonia, meninggal dalam perawatan akibat sakit kanker tenggorokan di Belanda.

Bagi kalangan militer Indonesia, EE Pelamonia yang lahir 28 Januari 1911 di Makassar, tidaklah asing. Dia adalah seorang dokter militer yang ikut berjasa dalam bidang kesehatan.

Dalam lembaran negara, tercatat EE Pelamonia berpangkat Letnan Kolonel dan bertugas di Djawatan Kesehatan Angkatan Darat. Penetapan pangkatnya disahkan oleh Presiden Sukarno lewat Keputusan Presiden RI Nomor 151 Tahun 1952, tertanggal 28 Juni 1952. Dalam Keppres tersebut selain ada nama Pelamonia, juga terdapat 29 nama tentara lainnya, termasuk Dr Ibnu Sutowo.

Sementara dalam sejarah TNI Angkatan Darat, tercatat E.E Pelamonia adalah perwira militer pertama yang menjabat sebagai Direktur Pusat Pendidikan Kesehatan Lapangan Angkatan Darat disingkat PPKL–AD di Cililitan Jakarta. PPKL-AD didirikan pada 9 Februari 1952, yang nantinya belakangan berganti nama menjadi Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Angkatan Darat. (*)

Baca Sebelumnya

Update Terkini: Kapal LOB The Oceanic Nyaris Hilang Dilalap Si Jago Merah

Baca Selanjutnya

Jelang Ramadan, 22 Titik Posko Pangan Murah Disediakan Pemkab Kediri Atasi Lonjakan Sembako Naik

Tags:

TNI AD Rumah Sakit Tk II Pelamonia Kodam XIV/Hasanuddin Makassar

Berita lainnya oleh Sholeh

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

9 Desember 2025 20:30

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

9 Desember 2025 20:07

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

9 Desember 2025 15:58

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

9 Desember 2025 15:46

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

8 Desember 2025 17:00

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

8 Desember 2025 16:48

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar