KETIK, TULUNGAGUNG – ‎Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mencapai sekitar Rp20,3 miliar. Politisi Gerindra ini terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Jumat malam, 10 April 2026.

‎Data tersebut tercantum dalam pengumuman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 3 Maret 2026 untuk laporan khusus awal menjabat, dengan status verifikasi administratif dinyatakan lengkap.

‎Berdasarkan rincian, aset terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp14,53 miliar. Aset tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Tulungagung, Surabaya, hingga Tanah Laut dan Trenggalek.

‎Selain itu, Gatut Sunu juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp3,47 miliar. Di antaranya mobil Toyota Alphard tahun 2021, Toyota Innova Zenix tahun 2024, hingga Toyota Land Cruiser tahun 2013.

‎Eks Politisi PDIP ini juga memiliki sejumlah kendaraan operasional berupa truk serta sepeda motor. Untuk kategori harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp1,74 miliar. Sementara kas dan setara kas mencapai Rp592 juta.

‎Secara keseluruhan, total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp20.335.211.000. Dalam laporan tersebut tidak tercantum adanya utang, sehingga total kekayaan bersih berada di angka yang sama.

‎Diberitakan Ketik.com sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jumat malam, 10 April 2026.

‎Giat OTT tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” katanya singkat seperti dilansir Suara.com, jaringan Ketik.com.

‎Fitroh tak merinci siapa saja yang terjaring dalam OTT KPK di Bumi Marmer. Namun, ia memastikan bahwa Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo diamankan dalam operasi tersebut.

‎“Ya (Bupati Tulungagung diamankan),” lanjut alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu.

‎Bupati Gatut Sunu Wibowo dilaporkan telah diberangkatkan menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

‎Hingga berita ini diturunkan, belasan pejabat tersebut masih berada di lantai 2 Mapolres Tulungagung dan pemeriksaan masih berlangsung secara tertutup. (*)

Baca Juga:
Sinergi Jogo Tulungagung: Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Muskablub IPSI 2026
Baca Juga:
Merayakan Harmoni di Titik Nol, Plt. Bupati Tulungagung Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif