Ribuan Jemaah di Jember Mulai Puasa Ramadan 1447 H Lebih Awal, Ini Dasar Perhitungannya

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

17 Feb 2026 08:40

Headline

Thumbnail Ribuan Jemaah di Jember Mulai Puasa Ramadan 1447 H Lebih Awal, Ini Dasar Perhitungannya
Para santri dan masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Duror, Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember telah menjalankan tarawih pada Senin malam, 16 Februari 2026. (Foto: Atta/Ketik)

KETIK, JEMBER – Meski pemerintah baru akan menggelar sidang itsbat untuk penetapan awal Ramadan pada Selasa petang nanti, 17 Februari 2026, sebagian umat Islam di beberapa penjuru ada yang telah mulai puasa. Seperti yang terjadi di perbatasan Jember-Bondowoso Jawa Timur.

Ribuan jemaah dan santri telah memulai ibadah Salat Tarawih dan puasa Ramadan 1447 Hijriah lebih awal dibandingkan jadwal yang diperkirakan pemerintah maupun Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Jemaah menggelar Salat Tarawih pada Senin malam, 16 Februari 2026, dan menjalankan puasa hari pertama pada Selasa, 17 Februari 2026. Pelaksanaan dipusatkan di Pondok Pesantren Mahfilud Duror, Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember. Tidak hanya warga Jember, jemaah juga ada yang berasal dari Bondowoso. 

Pimpinan Pondok Pesantren Mahfilud Duror, KH Ali Wafa, menetapkan awal Ramadan tersebut berdasarkan metode hisab yang selama ini ia gunakan.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

“Untuk satu Ramadan tahun ini saya mengawali pada tanggal 17 Februari 2026, jadi malam ini saya tarawih,” ujar KH Ali Wafa saat ditemui di lingkungan pesantren, Senin malam, 16 Februari 2026.

Jemaah yang mengikuti penetapan tersebut berasal dari masyarakat sekitar, para santri, serta alumni yang datang dari berbagai daerah. Di lingkungan pesantren, jumlah jemaah mencapai ratusan orang. Secara keseluruhan, diperkirakan ribuan orang mengikuti pedoman yang sama.

“Untuk jemaahnya sendiri ya masyarakat sini, juga santri-santri saya. Juga ada dari daerah lain, juga para alumni santri sini,” ujarnya.

Di pesantren tersebut, Salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat. Pihak pesantren juga merencanakan pelaksanaan puasa selama 30 hari penuh.

Baca Juga:
Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

“Kemudian untuk puasanya kita genap sempurna 30 hari, nantinya lebaran sudah bisa dihitung, Kamis Hari Raya Idul Fitri. Sudah bisa ditentukan Kamis,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya memprediksi 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Pemerintah hingga kini masih menunggu hasil sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan secara resmi.

Perbedaan ini muncul karena KH Ali Wafa menggunakan metode hisab berbasis sistem Khumasi yang merujuk pada kitab Najhatul Majalis. Sistem tersebut menghitung lima hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya dan bahkan diklaim dapat menjadi pedoman hingga satu windu. Dengan metode itu pula, ia memproyeksikan Idul Fitri 1447 H akan jatuh pada hari Kamis.

Menanggapi adanya perbedaan, ia menilai perbedaan awal Ramadan sebagai hal yang wajar dalam tradisi keilmuan Islam.

“Adanya perbedaan ini tentu menjadi rahmat. Perbedaan awal Ramadan ini tidak ada yang salah, yang salah ya yang tidak melaksanakan puasa Ramadan,” pungkasnya.

Baca Sebelumnya

Ucapkan Selamat Hari Imlek, Menteri Agama Nasaruddin Umar: Semoga Membawa Kesejahteraan Bagi Semua

Baca Selanjutnya

Selokan Tersumbat Sampah di Depan Mall Paragon Sorong, Pengunjung Keluhkan Bau Menyengat

Tags:

Ramadan 1447 H puasa lebih awal Jember metode hisab Idul Fitri 2026 Pondok Pesantren Mahfilud Duror Desa Suger Kidul

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar