Revolusi Mental Suporter Dimulai dari Malang, Dapat Restu PSSI dan Kemenpora

29 November 2025 13:07 29 Nov 2025 13:07

Thumbnail Revolusi Mental Suporter Dimulai dari Malang, Dapat Restu PSSI dan Kemenpora
Suasana pembukaan 'Seminar Nasional Revolusi Mental Suporter: Dari Kurikulum Dini Hingga Sinergi Ekonomi Berkelanjutan", di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis, 27 November 2025.(Foto: Media Officer Arema FC)

KETIK, MALANG – Babak baru transformasi sepak bola nasional dimulai dari Malang. Sejumlah elemen, yang terdiri dari akademisi, guru, praktisi pendidikan, tokoh agama dan masyarakat, hingga perwakilan suporter berkumpul dalam Seminar Nasional bertajuk "Revolusi Mental Suporter: Dari Kurikulum Dini Hingga Sinergi Ekonomi Berkelanjutan", di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis, 27 November 2025.

Acara yang diinisiasi oleh kolaborasi elemen mahasiswa dan suporter ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi lokal. Mereka juga mendapat atensi dan dukungan penuh dari PSSI dan Pemerintah Pusat.

Wakil Ketua Umum II PSSI, Ratu Tisha, yang hadir secara virtual, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang lahir dari Malang tersebut.

Ratu Tisha sendiri menegaskan dukungannya terhadap upaya suporter dalam membangun kultur yang positif dan berdaya saing.

“Kegiatan positif dari suporter Malang ini menunjukkan bahwa suporter bukan hanya pendukung klub saat bermain di lapangan, namun juga peduli terhadap perkembangan sepak bola tanah air," ujar Ratu Tisha di hadapan peserta seminar.

Tisha berharap hasil diskusi di Malang bisa menjadi referensi nasional. "Kami apresiasi dan semoga gagasan-gagasan baru dari diskusi ini bisa bermanfaat bagi suporter Indonesia ke depan,” tambahnya.

Dukungan senada datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Asisten Deputi Olahraga Profesional Kemenpora, Dr. Yusup Suparman, SH.L.LM, yang hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya forum semacam ini untuk membangun ekosistem olahraga yang produktif, bukan destruktif.

“Kami apresiasi kegiatan di Malang ini. Semoga ekosistem ini memberi dampak positif bagi kebijakan kami dan memberikan kontribusi serta usulan yang akan kami akomodir untuk kemajuan suporter ke depan,” ungkap Dr. Yusup Suparman.

Pernyataan ini menjadi sinyal positif bahwa rekomendasi seminar, termasuk soal kurikulum dan subsidi, berpeluang besar diadopsi dalam kebijakan pemerintah melalui Kemenpora.

Tombol Google News

Tags:

Aremania seminar nasional revolusi mental suporter Ratu Tisha PSSI kemenpora