KETIK, SURABAYA – Kendati telah memasuki masa purna di dunia media massa dan usia yang tak lagi muda, namun sejumlah alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) masih berkarya dengan produktif menulis.
Dosen senior Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga (Unair) yang juga aktif mengajar di STIKOSA-AWS pada 1975-1991, Siti Sutarsih Andarini, mengapresiasinya.
Menurut dia, alumni STIKOSA-AWS yang tetap menulis dan berkarya meski sudah purna dari dunia media massa, merupakan inspirasi dan menjadi teladan bagi para generasi muda saat ini.
“Alumni STIKOSA-AWS itu hebat-hebat, meski usianya sudah sepuh tapi bonus usia yang diterima justru tetap bermanfaat untuk berkarya," ujarnya di sela reuni ‘Sambang Kampus STIKOSA-AWS Kapasari’ di Surabaya pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Bahkan, kata dia, para alumni saat ini sudah menerbitkan buku tulisan berjudul "Kawah Pena Hebat" pada April 2026 dan segera merilis edisi keduanya.
Baca Juga:
Asyiknya Surabaya EnviRUNment 3.0, Lari Sambil Jaga Lingkungan Tetap AsriIa juga mengaku senang ikut Sambang Kampus STIKOSA-AWS Kapasari ini karena bisa bertemu teman lama, memperkuat tali silaturahmi serta mengenang masa-masa duduk di bangku kuliah.
"Saya senang bisa bertemu lagi dengan Pak Buyung Pribadi yang dulu di TVRI suka mewawancarai saya. Senang juga bisa bertemu Pak Kris Maryono yang memelopori Komunitas Penulis Alumni AWS Kampus Kapasari Surabaya (KOMPAKS). Semoga tahun depan ada lagi," katanya.
Nostalgia dari dosen berusia 80 tahun lebih itu juga menjadi kenangan tersendiri bagi alumni yang hadir di Kampus STIKOSA-AWS Kapasari itu, terlebih dalam kesempatan tersebut dirangkai dengan penyerahan “Buku Kenangan Drs Adji Darmo, Sahabat, Dosen-Ku” yang berisi catatan kenangan dari 25 alumni lintas angkatan tentang 100 hari meninggalnya dosen “baik” itu.
Tentang almarhum Adji Darmo, Riamah MD yang alumni AWS angkatan 1979 mengaku sangat terkesan dengan dosen yang dikenal bergaya kalem, agak pendiam dan kalimat bicaranya terstruktur serta sangat disiplin.
Baca Juga:
Enam Mahasiswa STIKOSA AWS Ikuti KKN Kolaboratif ASPIKOM Jatim, Dukung Pengembangan Pariwisata Desa“Beliau tidak pelit memberi ilmu dan nilai dari mata kuliah Jurnalistik dan Kehumasan yang dibidangi,” kata jurnalis yang juga pengurus Yayasan STIKOSA-AWS itu.
Hal sama diungkap Kris Maryono yang merupakan alumni Angkatan 1983, sang inisiator KOMPAKS. “Ketika mengajar, beliau banyak senyum. Pak Adji Darmo orang baik hati. Karena itu saat merancang buku kenangan ini, sebenarnya dulu berencana mengundang beliau. Tapi beliau mendahului kita, maka akhirnya ditambahi dengan doa untuk almarhum,” ucap dia.
Untuk mengenang kebaikan almarhum, Kris mengajak para alumni untuk merencanakan buku “Kawah Pena Hebat edisi II” untuk mengenang almarhum sambil bersyukur atas ilmu yang diterima dari para dosen lainnya. (*)