Remaja di Jember Diduga Jadi Korban Perundungan oleh Teman, Polisi Lakukan Penyelidikan

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

2 Apr 2026 06:00

Headline

Thumbnail Remaja di Jember Diduga Jadi Korban Perundungan oleh Teman, Polisi Lakukan Penyelidikan
Ilustrasi perundungan. Pixabay

KETIK, JEMBER – Seorang remaja berinisial F (15), warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, diduga menjadi korban perundungan oleh sejumlah teman sebayanya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 28 Maret 2026 di kawasan Bulakan, Dusun Krajan III (Kecik), Desa Keting, Kecamatan Jombang, dan kini telah ditangani aparat kepolisian.

Awal kejadian tersebut tidak diketahui oleh pihak keluarga korban.

Ibu korban, Samiati, menyatakan bahwa keluarga baru mengetahui peristiwa itu setelah anaknya pulang dalam kondisi tidak baik. Ia menjelaskan bahwa sekitar pukul 23.00 WIB, anaknya dijemput oleh beberapa temannya dan dibawa pergi menggunakan sepeda motor tanpa penjelasan yang jelas.

Korban kemudian dibawa ke wilayah Bulakan Kecik oleh para pelaku.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

Di lokasi tersebut, korban mengalami tindakan kekerasan secara bersama-sama oleh sekitar 10 orang. Samiati menyebutkan bahwa dua di antaranya merupakan teman lama anaknya saat masih duduk di bangku SMP, sementara yang lainnya tidak dikenali oleh keluarga.

Tindakan kekerasan terhadap korban dilakukan secara berulang oleh para pelaku.

Korban mengalami pukulan dan tendangan yang menyebabkan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Samiati menyampaikan bahwa anaknya mengalami lebam di tangan, luka lecet, serta memar di bagian wajah dan kepala.

Setelah kejadian, korban tidak diantar pulang oleh para pelaku.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Dalam kondisi terluka dan mengalami tekanan psikologis, korban berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer hingga tiba di rumah pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Selain mengalami kekerasan fisik, korban juga diduga mengalami tindakan yang mempermalukan dirinya.

Samiati mengungkapkan bahwa saat kejadian, kondisi korban sempat direkam oleh pelaku dan videonya diduga disebarkan ke lingkungan pertemanan sekolah. Ia menyatakan bahwa hal tersebut membuat anaknya merasa sangat malu dan ketakutan.

Sejak peristiwa itu, korban memilih tidak masuk sekolah.

Korban mengalami tekanan mental dan rasa takut sehingga memutuskan untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sekolah sejak Senin, 30 Maret 2026. 

Dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait penggunaan telepon genggam milik korban.

Ponsel tersebut sebelumnya digunakan oleh salah satu teman untuk mengirim pesan suara yang dinilai tidak pantas kepada pihak lain. Akibatnya, pihak yang menerima pesan merasa tersinggung dan melampiaskan kemarahan kepada korban.

Beberapa rekaman video terkait kejadian tersebut telah beredar.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Jombang dan saat ini masih dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Jombang, Bripka Ahmad Makmur, membenarkan bahwa laporan telah diterima dan proses penyelidikan sedang berjalan. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan korban dan akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan serta proses hukum, termasuk pelaksanaan visum terhadap korban.

Baca Sebelumnya

Bunda Literasi Asahan Tinjau Perpustakaan Keliling di Aek Ledong, Dorong Minat Baca Pelajar

Baca Selanjutnya

Haul Akbar ke-101 Syaikhona Kholil Jadi Momentum Menguatkan Akhlak

Tags:

Jember Polsek Jombang Bullying perundungan Stop Bullying

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H