KETIK, SIDOARJO – Ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo keracunan masal. Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo menjelaskan, BGN telah mengambil langkah terhadap SPPG Kalitengah. BGN menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Selasa (1 September 2026) malam.
Setelah menerima informasi itu, BGN Provinsi Jawa Timur segera melakukan pengecekan dan investigasi awal di lapangan. Hasilnya kemudian dilaporkan kepada pimpinan BGN Pusat.
“Pada awalnya, operasional kami hentikan sementara tadi malam. Pagi ini, surat suspensi untuk dapur tersebut telah diterbitkan,” jelas Teguh Bayu.
Dia menambahkan, tim BGN Pusat akan melakukan investigasi lanjutan untuk menentukan status suspensi SPPG Kalitengah. Selama proses investigasi berlangsung, operasional SPPG dihentikan sementara.
“Karena itu, tim investigasi dari pusat akan datang untuk menentukan apakah suspensinya berkategori ringan atau berat,” ujarnya.
Baca Juga:
Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, 88 Masih Dirawat dari 516 KorbanTerkait penyebab dugaan keracunan, Teguh Bayu menegaskan bahwa BGN masih melakukan investigasi. Pihaknya belum dapat memastikan bahan makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut.
“Proses investigasi masih berlangsung. Bahan yang diduga menjadi penyebab juga masih kami dalami,” katanya.
Teguh Bayu juga memastikan bahwa informasi di media sosial mengenai adanya belatung dalam makanan tidak benar.
“Informasi tersebut tidak benar,” tegasnya.
Baca Juga:
Bupati Subandi Minta Pengawasan SPPG Diperketat, 31 Ternyata Belum BerizinTeguh Bayu menyebutkan, SPPG Kalitengah selama ini menyalurkan makanan ke sejumlah sekolah dan pondok pesantren. Berdasarkan data BGN, distribusi makanan dari SPPG tersebut mencapai sekitar 2.800 porsi per hari, dengan sekitar 1.000 porsi di antaranya disalurkan ke pondok pesantren.
BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo dan rumah sakit untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para santri yang masih menjalani perawatan.
“Hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi terhadap operasional SPPG Kalitengah. BGN. Juga akan memperkuat pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku,” tegas Teguh Bayu. (*)