KETIK, SURABAYA – Ratusan massa pesilat tiba di Jalan Teuku Umar, Surabaya sekitar pukul 16.03 WIB, Jumat, 31 Juli 2026. Mereka tiba di sini langsung diadang oleh personel gabungan dari TNI dan Polisi.

Berdasarkan pengamatan di lapangan Ketik.com, massa dari pesilat langsung melakukan aksi protes dan melemparkan sejumlah benda-benda, seperti batu ke arah petugas.

Para petugas langsung melakukan formasi perlindungan dengan mengunakan tameng serta menggunakan helm perlindungan. Orasi juga terus dilakukan.

Hal ini terdengar dari pengeras suara yang disampaikan oleh salah satu anggota perguruan silat. 

Akibat kejadian ini, situasi di sekitar Jalan Teuku Umar, Jalan Ra Kartini hingga Jalan Cokroaminoto mencekam. Warga sekitar menyaksikan kejadian ini dari balik pagar.

Baca Juga:
300 Personel Polisi Siaga di Jalan Teuku Umar Surabaya, Lokasi Aksi Demonstrasi Pesilat

Hingga berita ini ditulis, suasana di lokasi masih tegang. Massa pesilat masih melontarkan orasi dan petugas keamanan masih berjaga di lokasi.

Sebagaimana diketahui, kejadian ini buntut dari keributan terkait penarikan mobil yang dilakukan debt collector di sebuah jalan di Surabaya. Akibatnya, salah satu anggota perguruan silat yang turut menjaga kafe menjadi korban pembacokan.

Akibatnya, salah satu anggota perguruan silat yang turut menjaga kafe menjadi korban pembacokan. Belakangan satu pelaku kekerasan menyerahkan diri, sedangkan pelaku lain masih diburu. (*)

Baca Juga:
Tasyakuran Warga Baru PSHT Kelud Mandiri Cabang Kabupaten Blitar Tegaskan Nilai Persaudaraan