Rapat Paripurna DPRD Jatim, PKB Soroti Pengelolaan Keuangan dan Serapan Anggaran Pemprov Jatim

Jurnalis: Martudji
Editor: Aziz Mahrizal

15 Mei 2025 09:29

Thumbnail Rapat Paripurna DPRD Jatim, PKB Soroti Pengelolaan Keuangan dan Serapan Anggaran Pemprov Jatim
Juru Bicara Fraksi PKB, Laili Abidah beber data soroti kinerja Pemprov Jatim saat Rapat Paripurna di DPRD Jatim pada Rabu, 14 Mei 2025. (Foto: Martudji/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Provinsi Jawa Timur menyampaikan pandangan umum terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2024 di Rapat Paripurna DPRD Jatim pada Rabu, 14 Mei 2025.

Juru Bicara Fraksi PKB, Laili Abidah, menyoroti sejumlah persoalan dalam tata kelola keuangan daerah. Fraksi PKB mengapresiasi Pemprov Jatim atas opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. 

“Semoga pencapaian ini semakin memotivasi Pemprov Jawa Timur untuk terus lebih baik dalam pengelolaan keuangan daerah dan pelaksanaan APBD di masa mendatang,” ujar Laili Abidah.

Namun, PKB mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat Pemprov Jatim terlena. Termasuk ditemukan beberapa kelemahan, seperti ketidaktertiban dalam penatausahaan Barang Milik Daerah (BMD), penyaluran hibah belum maksimal, serta pengelolaan Unit Pelayanan Jasa (UPJ) di SMKN yang belum berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Baca Juga:
PKB Dukung Kinerja Positif Pemprov Jatim, Dinilai Berdampak pada Masyarakat

"Salah satu poin yang kami perhatikan (dari Fraksi PKB) adalah penurunan setoran dividen dari beberapa BUMD di Tahun Anggaran 2024 dibandingkan dengan 2023," terang Laili Abidah.

Laili menyebut, misalnya, setoran BPR Jatim turun dari Rp10 miliar menjadi Rp9,4 miliar, Panca Wira Usaha (PWU) dari Rp1,8 miliar menjadi Rp1 miliar, dan Jatim Grha Utama (JGU) dari Rp2,1 miliar menjadi Rp1 miliar. Penurunan signifikan juga terjadi pada PT Air Bersih Jatim yang turun hampir setengahnya, dari Rp3 miliar menjadi Rp1,5 miliar. Untuk Bank Jatim justru mengalami peningkatan setoran dari Rp407 miliar menjadi Rp417 miliar.

"Namun persentase kenaikannya hanya 2,45 persen. Kondisi ini jauh di bawah peningkatan tahunan sebelumnya,” jelas dia.

Fraksi PKB juga menyoroti nihilnya setoran dividen dari PT Askrida. Dengan kondisi itu, Fraksi PKB mendesak adanya reformasi pengelolaan BUMD agar lebih optimal dalam menyumbang pendapatan daerah.

Baca Juga:
Apresiasi Pansus DPRD Jatim tentang LKPJ, Gubernur Khofifah Pastikan Program Pembangunan Bermanfaat untuk Rakyat

Laili menguraikan data-data tersebut menguatkan apa yang selama ini disoroti Fraksi PKB, bahwa Pemprov Jatim perlu melakukan reformasi total terhadap tata kelola BUMD.

Lantaran kritik juga disampaikan terkait rendahnya serapan belanja daerah pada beberapa sektor penting, seperti belanja bantuan sosial (Bansos) yang hanya mencapai 89,66 persen, dan belanja bantuan keuangan sebesar 91,57 persen.

"Artinya terdapat dana yang belum terserap sebesar Rp17,4 miliar untuk bansos dan Rp78,4 miliar untuk bantuan keuangan, sehingga tidak optimal dalam membantu masyarakat. Fraksi PKB meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur lebih serius memastikan bahwa anggaran digunakan dengan optimal untuk membantu masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan intervensi langsung dari Pemerintah Provinsi,” tegasnya.

Lainnya, soal serapan anggaran di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang di bawah 95 persen. Tercatat ada 18 OPD yang serapannya kurang optimal, bahkan ada yang hanya mencapai 71,95 persen, seperti Dinas Peternakan. Terkait ini, Fraksi PKB meminta klarifikasi dari Pemprov apa penyebab rendahnya serapan anggaran tersebut.

Sementara, Fraksi PKB memberikan apresiasi terhadap beberapa sektor yang memiliki serapan anggaran optimal, seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) sebesar 99,31 persen, serta urusan wajib lainnya yang mencapai 97,25 persen. 

Fraksi PKB mengingatkan agar serapan optimal tidak menutupi adanya kelemahan pada sektor-sektor lain, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, seperti sektor kelautan, pertanian, dan energi.

Fraksi PKB memandang sektor kelautan, pertanian, kehutanan, energi, dan perindustrian berhubungan langsung dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jatim.

“Termasuk unsur pengawasan yang juga krusial dalam rangka menjamin akuntabilitas kinerja keseluruhan sistem Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk itu, Fraksi PKB meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar serapan di urusan dan unsur ini dapat dioptimalkan. Mohon tanggapan atas hal ini," pintanya. (*)

Baca Sebelumnya

Ingin Nonton Langsung Timnas Indonesia vs China di GBK? Begini Cara-Caranya

Baca Selanjutnya

Heboh TKW Jember Ditemukan dalam Peti Es di Vietnam, Wagub Emil Angkat Bicara

Tags:

Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur Emil Elestianto Dardak Juru Bicara FPKB Laili Abidah DPRD Jatim pkb Pemprov Jatim

Berita lainnya oleh Martudji

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

2 April 2026 10:30

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

1 April 2026 12:20

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

31 Maret 2026 14:34

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

30 Maret 2026 21:09

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

29 Maret 2026 11:27

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

27 Maret 2026 21:06

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar