KETIK, BREBES – Langkah nyata memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TBC) dilakukan UOBF Puskesmas Bantarkawung, Kabupaten Brebes.

Puskesmas tersebut menggelar Skrining Tuberkulosis Gratis bagi 600 warga yang tersebar di enam desa di Kecamatan Bantarkawung, Jumat 25 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan pencegahan melalui deteksi dini langsung di tingkat desa.

Kepala UOBF Puskesmas Bantarkawung, Supardi, SKM. S.Kep., Ns., M.Kes, di sela kegiatan di Desa Kebandungan mengatakan, tim Tracer TB Paru bersama tenaga kesehatan turun langsung ke masyarakat.

“Selain pemeriksaan umum, warga juga menjalani tes dahak sebagai langkah awal untuk mengetahui potensi penularan. Apabila diperlukan, peserta akan dirujuk untuk pemeriksaan rontgen lanjutan,” ucap Supardi.

Ia menjelaskan program skrining ini digelar secara bertahap di 6 desa, yakni Desa Sindangwangi, Terlaya, Jipang, Bantarwaru, Pengarasan, dan Kebandungan. Setiap desa ditargetkan 100 warga sasaran.

“Program ini untuk memastikan warga sasaran segera diperiksa dahak dan rontgen jika dibutuhkan. Tujuannya satu, menemukan kasus lebih awal agar bisa segera ditangani,” jelasnya.

Supardi mengajak warga untuk waspada terhadap gejala TBC. Deteksi dini menjadi kunci memutus rantai penularan.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami batuk lebih dari 2 minggu, penurunan berat badan, demam, atau berkeringat di malam hari agar segera memeriksakan diri.

“Jangan tunda. Pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas gratis. Semakin cepat diketahui, semakin cepat sembuh dan tidak menular ke orang lain,” pesannya.

Melalui skrining massal ini, UOBF Puskesmas Bantarkawung berharap kesadaran warga terhadap pentingnya cek kesehatan meningkat, sehingga angka penularan TBC di Kecamatan Bantarkawung dapat ditekan.(*)

Baca Juga:
Puskesmas Blimbing Jombang Jemput Bola Deteksi TBC, 100 Warga Jalani Skrining untuk Cegah Penularan
Baca Juga:
RSUD Bumiayu Gelar Berbagai Kegiatan Positif Peringati HUT Ke-81 RI Menuju 'Brebes Beres'