KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan selalu berhadapan dengan tantangan besar. Jarak antarwilayah, akses laut, serta infrastruktur darat yang belum sepenuhnya mulus kerap membuat warga harus berjuang lebih keras hanya untuk mendapatkan layanan medis.
Kondisi itu juga dirasakan masyarakat di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Bagi warga di desa pelosok, berobat bukan sekadar datang ke fasilitas kesehatan. Mereka harus menempuh perjalanan panjang menuju pusat kecamatan, bahkan ke Labuha sebagai ibu kota kabupaten.
Tantangan tersebut membuat kebutuhan layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat menjadi semakin penting. Fasilitas kesehatan di tingkat desa tidak hanya dibutuhkan sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai ruang perlindungan awal bagi warga dari risiko penyakit musiman, gangguan kesehatan ibu dan anak, hingga persoalan gizi keluarga.
Upaya mendekatkan layanan itu kini mulai terlihat di Desa Kawasi, Pulau Obi. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama Harita Nickel membangun Puskesmas Pembantu atau Pustu Kawasi sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat pelayanan dasar di wilayah kepulauan.
Pustu Kawasi hadir di tengah pemukiman warga. Fasilitas ini tidak hanya menjadi bangunan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi titik penting untuk memangkas jarak warga terhadap akses medis.
Baca Juga:
Harganas 2026 Tegaskan Kaireu sebagai Model Desa Berbasis Data Keluarga di Halmahera SelatanHealth and Education Supervisor Harita Nickel, Ragil Pardiantoro, mengatakan Pustu Kawasi dibangun pada 2020 dan mulai beroperasi resmi sejak 2024. Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kawasi terhadap layanan kesehatan yang lebih layak, dekat, dan mudah dijangkau.
“Kami menempatkan tenaga medis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti satu dokter umum, lima perawat, dan tiga orang bidan. Pelayanan seperti posyandu untuk ibu dan anak, serta pengobatan penyakit, sudah berjalan dengan sangat baik sejak tahun 2024,” jelas Ragil Selasa 30 Juni 2026.
Menurut Ragil, kebutuhan obat-obatan di Pustu Kawasi juga disiapkan secara memadai. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota kabupaten atau pusat kecamatan hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Pustu Kawasi juga memberi perhatian serius pada pelayanan ibu dan anak. Fasilitas ini menyediakan layanan umum dan konsultasi dokter, Manajemen Terpadu Balita Sakit atau MTBS, Kesehatan Ibu dan Anak atau KIA, KB, tindakan medis darurat, hingga pelayanan farmasi atau apotek.
Baca Juga:
KPU Halmahera Selatan Gelar Rakor PDPB Triwulan II Tahun 2026Kehadiran layanan itu membuat penanganan kesehatan di tingkat desa menjadi lebih cepat dan lebih dekat. Warga dapat memeriksakan kondisi kesehatan keluarga tanpa harus menunggu perjalanan panjang yang melelahkan.
“Harita Nickel meyakini bahwa keberadaan industri harus membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, bagi kami pembangunan sosial di Pulau Obi adalah bagian dari tanggung jawab untuk memastikan setiap keluarga memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang masa depan yang lebih baik,” ujar Ragil.
Manfaat Pustu Kawasi dirasakan langsung oleh warga. Salah seorang warga Pemukiman Baru Desa Kawasi, Indah Dewi Siar, mengaku layanan kesehatan kini jauh lebih mudah diakses dibanding sebelumnya.
"Kami merasa sangat terbantu. Di Pustu Kawasi, kami mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang sama dengan yang kami dapatkan di tempat lainnya. Ini membuat kami tidak kesulitan lagi untuk berobat, termasuk dalam memeriksakan kesehatan anak-anak kami," tuturnya.
Indah juga merasakan langsung manfaat layanan USG yang kini tersedia di Pustu Kawasi. Sebelum ada layanan tersebut, warga harus pergi ke Labuha untuk mendapatkan pemeriksaan serupa.
“Untuk USG kami bisa lakukan lewat Pustu, kalau dulu hanya bisa ke Labuha. Sudah sangat membantu kami,” pungkasnya.