KETIK, BREBES – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjung, Kabupaten Brebes, bersama RSU Islami Mutiara Bunda Tanjung Brebes secara resmi meluncurkan gerakan SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) melalui kolaborasi strategis pentahelix bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Selasa, 12 Mei 2026, di halaman Puskesmas Tanjung Brebes.
Gerakan SPRIN, yang diinisiasi POGI, merupakan inisiatif nasional dan diadaptasi di tingkat lokal Brebes untuk menjawab tantangan kesehatan perempuan, khususnya dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan deteksi dini kanker serviks.
Sinergi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan usaha seperti BPJS, komunitas, dan media massa diharapkan dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih komprehensif.
Dalam pemaparannya, Sekretaris Jenderal POGI dr. Ulul Albab, SpOG menyebutkan angka kematian ibu di Brebes masih tinggi dan berada di bawah target nasional.
Ia menilai penyebab kematian ibu kini bergeser, dengan penyakit kardiovaskular menjadi komplikasi utama dalam bidang obstetri.
Baca Juga:
Warsito Eko Putro Raih Penghargaan, Inovasi "Yuh Ngasab Lur" Sukses Tekan Pengangguran Brebes“Tanggung jawab dalam mengurangi kematian ibu dibagi antara bidang obstetri dan kardiologi karena komplikasi yang terkait dengan jantung memberikan kontribusi yang signifikan, sekitar 30 persen. Kematian ibu disebabkan oleh komplikasi kehamilan. Pencegahan kanker serviks tetap menjadi prioritas utama. Human papillomavirus (HPV) terkait dengan hingga 99,7 persen kasus kanker serviks, yang menegaskan pentingnya vaksinasi,” ujarnya.
Ia menegaskan topik yang dibahas saat ini meliputi persiapan kehamilan, pembuahan yang direncanakan dan sehat, serta praktik persalinan yang aman dan nyaman.
Sementara itu, Kepala UOBF Puskesmas Tanjung dr. Hero Irawan menyampaikan bahwa program SPRIN sangat krusial untuk memastikan setiap perempuan, terutama dari kelompok rentan, mendapatkan jaminan proteksi kesehatan yang memadai.
“Melalui SPRIN, kita tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga edukasi masif agar perempuan di Brebes lebih sadar akan kesehatan reproduksinya,” ujarnya.
Baca Juga:
BPJS Kesehatan Bojonegoro Bidik Relawan Dapur MBG Untuk Kolaborasi Perlindungan JKN Di TubanKegiatan yang digelar di Puskesmas Tanjung ini selain melakukan komitmen bersama juga menghadirkan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan IVA/Pap Smear gratis bagi peserta JKN-KIS untuk deteksi dini kanker serviks, sosialisasi pencegahan stunting, layanan konsultasi kesehatan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.
Sebanyak 200 ibu hamil menerima bantuan paket nutrisi berupa vitamin, susu hamil, telur, dan beras. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan calon bayi.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Sekretaris Jenderal POGI juga menyempatkan diri melihat langsung proses skrining ibu hamil di RSU Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) dr. Prihati Pujowaskito menyatakan dukungannya terhadap langkah preventif tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara merata.
“Dengan gerakan SPRIN ini, Kabupaten Brebes optimistis dapat menurunkan angka kesakitan pada perempuan sekaligus mendukung target pembangunan kesehatan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai penanggung jawab Program JKN, fasilitas kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan akses layanan kesehatan ibu dan bayi berjalan optimal.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Brebes Paramitha Widyakusuma, Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr. Heru Padmonobo, Direktur RSU Islami Mutiara Bunda, serta sejumlah kepala rumah sakit dan kepala puskesmas di Brebes.
Bukan Sekadar Bantuan, SPRIN Jadi Harapan Baru bagi Ibu Hamil di Brebes
Kegiatan sosial bertajuk Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) digelar di Rumah Sakit Umum Islami Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung, Kabupaten Brebes, Selasa (12/5/2026).
Program berskala nasional yang diinisiasi oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tersebut menjadi langkah nyata dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI), bayi stunting, serta kanker serviks di Indonesia.
Gerakan ini hadir sebagai respons atas masih tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia yang mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Selain itu, program SPRIN juga ingin mengubah pandangan bahwa kesehatan perempuan bukan sekadar isu sektoral, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) dr. Prihati Pujowaskito mengapresiasi RSU Islami Mutiara Bunda yang dinilai menjadi motor penggerak pelaksanaan program sosial tersebut di Brebes.
“Ini merupakan aksi yang sangat mulia. Dan ini wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan swasta yang patut dicontoh. Program ini juga akan membantu Program JKN, khususnya pada sektor layanan bagi ibu-ibu hamil yang bersiap melahirkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai penanggung jawab Program JKN, fasilitas kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan akses layanan kesehatan ibu dan bayi berjalan optimal. Menurutnya, hasil kajian implementasi JKN terbukti mampu meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan sekaligus menurunkan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat secara signifikan.
dr. Prihati juga memberikan sejumlah masukan agar program tersebut semakin optimal, salah satunya dengan memperluas cakupan kepesertaan JKN bagi ibu hamil di Brebes.
“Pastikan tidak ada satu pun ibu hamil di Brebes yang tidak terlindungi JKN. Fasilitas kesehatan harus proaktif berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa agar seluruh ibu hamil, terutama dari keluarga kurang mampu, terdaftar sebagai peserta JKN aktif,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal POGI dr. Ulul Albab, SpOG menjelaskan bahwa penyebab angka kematian ibu kini mengalami pergeseran. Jika sebelumnya didominasi oleh perdarahan dan hipertensi dalam kehamilan, saat ini komplikasi penyakit nonobstetri menjadi faktor utama.
“Sekarang penyebab tertinggi angka kematian ibu bergeser menjadi komplikasi nonobstetri seperti penyakit jantung dan penyakit penyerta lainnya,” terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa penanganan angka kematian ibu tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan semata.
“Kalau boleh jujur, yang bertanggung jawab terhadap angka kematian ibu bukan cuma kami tenaga kesehatan. Hampir 32 persen disebabkan penyakit penyerta komplikasi nonobstetri. Selain itu, kanker serviks juga masih menjadi persoalan serius,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 ibu hamil menerima bantuan paket nutrisi berupa vitamin, susu hamil, telur, dan beras. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan calon bayi.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Sekretaris Jenderal POGI juga menyempatkan diri melihat langsung proses skrining ibu hamil di RSU Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung.
“Makan makanan yang sehat, jangan makan makanan yang tidak ada gizinya, apalagi yang instan kayak mi, seblak. Perbanyak makan buah-buahan, sayur-sayuran, ikan ya. Sehat selalu, kemudian lancar persalinannya,” ucap Paramitha saat berbincang dengan salah satu ibu hamil yang sedang menjalani USG.
Salah satu penerima bantuan, Tanti, warga Desa Sengon, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah dan pihak rumah sakit.
“Saya mendapatkan bantuan vitamin, susu hamil, telur, dan beras dari Ibu Bupati dan Rumah Sakit Mutiara Bunda. Terima kasih untuk Ibu Bupati Brebes atas bantuannya. Semoga bermanfaat bagi ibu-ibu hamil di Indonesia, khususnya di Kabupaten Brebes,” ucap Tanti penuh haru.
Melalui Gerakan SPRIN, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan perempuan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan sektor swasta dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.