Punya Nilai Jual Tinggi, Salak Pondoh dan Salak Madu Jadi Strategi Dongkrak Ekonomi Petani Sleman

Jurnalis: Abdul Aziz
Editor: Muhammad Faizin

17 Okt 2024 16:40

Thumbnail Punya Nilai Jual Tinggi, Salak Pondoh dan Salak Madu Jadi Strategi Dongkrak Ekonomi Petani Sleman
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Pemkab Sleman Suparmono saat mengecek pohon salak milik petani. (Foto: Humas Pemkab Sleman/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong pengembangan salak madu untuk peningkatan kesejahteraan petani salak Sleman.

Upaya yang telah dilakukan adalah dengan pemberian mesin chopper kepada beberapa kelompok tani pembudidaya salak untuk mempermudah proses pencacahan pelepah salak sebagai pupuk alami tanaman salak. Serta pemberian bantuan Pupuk Hayati Cair (PHC) untuk mempercepat proses fermentasi pupuk hayati salak di areal pertanaman salak.

Beberapa tahun yang lalu, permasalahan pengembangan salak di Sleman setidaknya terfokus dalam dua hal, yakni kurang produktifnya tanaman salak karena usia tanaman yang cukup tua dan masih adanya serangan hama lalat buah.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Pemkab Sleman, Suparmono dalam keterangan tertulisnya, Kamis 17 Oktober 2024 menyebutkan permasalahan ini telah berupaya ditangani dengan peningkatan luasan lahan tanam dan gerakan pengendalian lalat buat.

Menurut Suparmono, Pemkab Sleman memfasilitasi bantuan pupuk organik, pupuk kimia dan ember untuk pencangkokan atau peremajaan. Juga dengan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) melalui kegiatan sekolah lapang, pelatihan, bimbingan teknis dan pendampingan petani.

Ia mengungkapkan, selain itu untuk mengatasi permasalahan produksi yang menurun pada musim kemarau, DP3 Sleman akan membuat demonstrasi plot penerapan teknologi irigasi tetes untuk tanaman salak.

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Dengan suplai air yang cukup, diharapkan tanaman salak tetap produktif di musim kemarau dan petani  dapat menikmati harga salak sangat tinggi. Sebab, pada musim kemarau produksi salak turun di semua sentra.

"Betul para petani juga berharap agar salak pondoh sebagai komoditas khas Sleman tetap dipertahankan. Tetapi tentunya dengan terus melakukan upaya pengembangan salak madu sebagai komoditas bernilai jual tinggi," sebutnya.

Selain kedua varietas tadi, DP3 Sleman juga akan mengupayakan peluang pasar salak spesifik lainnya seperti salak gading yang mempunyai keistimewaan, berupa rasa khas (sepet) serta warna yang sangat menarik. Luas panen salak gading saat ini baru 1,51 Ha dengan produksi sebesar 745,60 kw.

Lebih lanjut, berdasarkan data DP3 Sleman, upaya peningkatan produksi salak telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Tahun 2019 dengan luas sebesar 2163,43 Ha sedangkan 2023 sebesar 1240,5 Ha, produksi salak 2019 sebesar 510.111,73 kw dan 2023 sebesar 483.895,16 kw.

Dengan penurunan luas panen sebesar 42 % tetapi penurunan produksi hanya 5,13%, maka hal ini menunjukkan keberhasilan peningkatan produktivitas salak Sleman.

Data menunjukkan profitas salak Sleman tahun 2019 sebesar 235,60 kw/Ha, peningkatan produktifitas tahun 2023 sebesar 390,08 kw ha atau naik 154,48 kw/ha atau 65,56%.

Baca Juga:
Syawalan di Sleman, Sri Sultan HB X: Orang Arif Takut Melanggar Norma


Empat Jenis Salak di Sleman

Suparmono mengungkapkan, Data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman juga menyebutkan produksi empat jenis salak di daerah ini, yakni salak Pondoh, salak Madu, salak Gading dan salak biasa.

Keempat salak tersebut secara tampilan berbeda dan rasanya pun berbeda. Misalnya salak gading memiliki warna kulit kuning terang dan rasanya agak asam. Sedang salak madu ukurannya lebih besar dari salak pondoh, warna kulitnya lebih terang dibanding dengan salak pondoh, dan juga rasanya lebih manis.

Saat ini, ada dua varian salak madu yang dikembangkan di Sleman, yaitu: Salak Madu Balerante dan Salak Madu Sokomartani yang juga dikenal sebagai salak madu Probo.

Keberadaan salak madu memang lebih disukai konsumen daripada salak pondoh super, daging buah empuk dan citarasanya lebih manis ketimbang pondoh, apabila daging buah dipencet dengan jari akan keluar cairan seperti madu. Cairan ini tidak dijumpai pada salak pondoh dan salak gading.

Kelebihan salak madu, disamping rasanya yang juicy, harganya relatif lebih mahal dan populasinya masih sedikit.

Foto Buah salak menjadi salah satu ikon dari Kabupaten Sleman, menjadi komoditas unggulan, dan memberikan kontribusi ekonomi yang cukup tinggi bagi petani.(Foto: Humas Pemkab Sleman/Ketik.co.id)Buah salak menjadi salah satu ikon dari Kabupaten Sleman, menjadi komoditas unggulan, dan memberikan kontribusi ekonomi yang cukup tinggi bagi petani.(Foto: Humas Pemkab Sleman/Ketik.co.id)


Setelah secara resmi dilepas sebagai varietas unggulan pada tahun 2015, populasi tanaman salak madu terus meningkat. Data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman juga menunjukkan pada tahun 2016 luas panen salak madu hanya 38,67 Ha, dan terus naik ditahun-tahun berikutnya hingga tahun 2023 luas panen salak madu menjadi 167,89 Ha.

Harga Salak Saat ini

Harga salak pondoh di tingkat petani antara Rp. 1.000 - 3.000 per kg sedangkan di tingkat konsumen berkisar Rp 5.000-10.000, sedangkan madu probo ditingkat petani paling rendah diharga Rp. 5000 dan di tingkat konsumen Rp. 10.000-15.000 per kg.

Bahkan saat ini, karena rendahnya produksi salak akibat dampak el nino dan kekeringan harga madu probo bisa mencapai Rp. 25.000 per kg. Hal ini memicu semangat petani untuk  mengembangkan salak madu itu lantaran cita rasa enak dan disukai pasar, serta harganya yang tinggi.

Seperti diketahui, Kabupaten Sleman merupakan daerah sentra produksi salak. Lebih khusus lagi, sentra produksi ini berada di Kapanewon, Tempel, Turi, dan Pakem. Buah salak menjadi salah satu ikon dari Kabupaten Sleman, menjadi komoditas unggulan, dan memberikan kontribusi ekonomi yang cukup tinggi bagi petani.

Untuk itu upaya peningkatan produksi salak yang merupakan unggulan Sleman terus dilakukan agar tetap dapat memenuhi permintaan pasar domestik dan macanegara. (*)

Baca Sebelumnya

Gandeng KJS, KPU Sumenep Ajak Pemilih Pemula Sukseskan Pilkada 2024

Baca Selanjutnya

Kisah Sukses Azza Ramadhani, Alumni Double Track SMAN 1 Karangan

Tags:

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan DP3 Sleman Salak Pondoh Salak Madu Produksi Pertanian Salak Ikon Sleman Pemkab Sleman

Berita lainnya oleh Abdul Aziz

Vonis Ditunda, Nasib Mantan Kadiskominfo Sleman Eka Suryo Diputus Kamis Pekan Ini

31 Maret 2026 22:22

Vonis Ditunda, Nasib Mantan Kadiskominfo Sleman Eka Suryo Diputus Kamis Pekan Ini

Bupati Harda Kiswaya di Peringatan Nuzulul Quran: Al-Quran Adalah Benteng Hadapi Ketidakpastian Dunia

7 Maret 2026 09:00

Bupati Harda Kiswaya di Peringatan Nuzulul Quran: Al-Quran Adalah Benteng Hadapi Ketidakpastian Dunia

Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

7 Maret 2026 08:30

Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

Universitas Alma Ata Yogyakarta Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Koperasi Desa

7 Maret 2026 07:00

Universitas Alma Ata Yogyakarta Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Koperasi Desa

Menembus Dinding Bangsal: Estafet Ratusan Paket Iftar LKS BIMa, Ketik.com dan Sejoli Bagi Penunggu Pasien RSUP Dr Sardjito

5 Maret 2026 10:50

Menembus Dinding Bangsal: Estafet Ratusan Paket Iftar LKS BIMa, Ketik.com dan Sejoli Bagi Penunggu Pasien RSUP Dr Sardjito

Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa Berbagi Ratusan Nasi Box di RSUP dr Sardjito

22 Februari 2026 19:41

Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa Berbagi Ratusan Nasi Box di RSUP dr Sardjito

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar