PSTI: John Herdman Bakal Hadapi Ujian Berat Bersama Timnas Indonesia

7 Januari 2026 06:48 7 Jan 2026 06:48

Thumbnail PSTI: John Herdman Bakal Hadapi Ujian Berat Bersama Timnas Indonesia
John Herdman resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. (Foto: Instagram PSSI)

KETIK, MALANG – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dipastikan bakal menghadapi tantangan berat kala menangani Skuad Garuda. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), Ignatius Indro.

Menurut Indro, Herdman memiiki rekam jejak apik. Ia sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.

Namun, Indro menyebut, hal ini tak menjadi jaminan jalan Herdman di Indonesia akan mulus. Pasalnya, ada sejumlah perbedaan dalam iklim sepakbola Indonesia dan Kanada.

"Harus dipahami, ada perbedaan budaya sepakbola yang sangat mendasar antara Kanada dan Indonesia,” ujar Indro.

Menurut Indro, di Kanada, sepakbola bukanlah olahraga utama. Sementara, di Indonesia, sepakbola merupakan olahraga rakyat yang digemari oleh sekitar 60–70 persen penduduk. Kondisi ini membuat tekanan publik, ekspektasi suporter, serta dinamika sosial di Indonesia jauh lebih kompleks.

"Di Indonesia, sepakbola bukan sekadar olahraga, tapi sudah menjadi identitas, emosi, dan bahkan urusan harga diri bangsa. Tekanan kepada pelatih timnas di sini berlipat ganda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Indro mengingatkan bahwa tantangan Herdman tidak hanya datang dari aspek teknis, tetapi juga dari struktur sepak bola nasional yang hingga kini masih bermasalah. Ia menyoroti PSSI sebagai federasi yang dinilai masih sarat kepentingan politik, belum memiliki roadmap sepak bola nasional yang jelas dan terukur, serta kompetisi liga yang masih berantakan.

“Bagaimana mungkin pelatih bisa bekerja maksimal jika ekosistemnya tidak sehat? Liga belum sepenuhnya profesional, pembinaan usia muda tidak berjalan konsisten, dan arah besar sepak bola nasional tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Indro.

PSTI menegaskan bahwa ukuran keberhasilan John Herdman harus jelas dan objektif, bukan sekadar proses tanpa hasil. Menurut Indro, setidaknya ada dua tolok ukur yang tidak bisa ditawar.

“Pembuktian nyata John Herdman adalah apakah mampu membawa Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF 2026, atau minimal berbicara banyak dan kompetitif di Piala Asia 2027. Itu standar yang wajar bagi negara dengan basis suporter sebesar Indonesia,” ujarnya.

Indro juga mengingatkan bahwa kesabaran publik sepakbola Indonesia tidak tak terbatas. Jika target tersebut gagal dicapai, PSTI menilai wajar apabila kembali muncul gelombang kritik bahkan desakan agar pelatih mundur.

“Jangan salahkan publik dan suporter bila desakan mundur kembali berkumandang. Sepakbola Indonesia sudah terlalu lama berjalan tanpa arah dan tanpa prestasi. Kini saatnya pembuktian, bukan lagi janji,” tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Timnas Indonesia John Herdman PSSI PSTI Ignatius Indro