KETIK, LOMBOK TENGAH – Sebanyak 11 tim bersaing dalam ajang MotoGP 2026 dengan membawa lima pabrikan motor, yakni Ducati, Aprilia, KTM, Honda, dan Yamaha. Setiap tim memiliki karakter, strategi pengembangan motor, serta komposisi pembalap yang berbeda.

Persaingan tersebut turut mewarnai Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Seri ini menjadi salah satu bagian penting dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Hingga menjelang GP Indonesia, persaingan perebutan gelar juara dunia pembalap juga berlangsung ketat. Jorge Martín memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atas Marc Márquez menjelang putaran di Mandalika.

Sementara itu, hasil sesi Practice pada Jumat, 9 Oktober 2026 menunjukkan kekuatan Aprilia. Raúl Fernández dari SuperFile Trackhouse MotoGP Team mencatat waktu tercepat 1 menit 28,725 detik, diikuti Marco Bezzecchi dan Jorge Martín. Ketiganya membuat Aprilia menguasai tiga posisi teratas.

Berikut profil 11 tim peserta MotoGP 2026, termasuk pabrikan motor, pembalap, dan karakter masing-masing tim.

Baca Juga:
Profil Marco Bezzecchi, Sang Penantang Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

1. Aprilia Racing

Aprilia Racing merupakan tim pabrikan asal Italia yang menggunakan motor Aprilia RS-GP. Tim ini terus mengembangkan teknologi motor untuk bersaing dengan pabrikan besar lainnya di kelas utama.

Pada musim 2026, Aprilia Racing diperkuat Marco Bezzecchi dan Jorge Martín. Bezzecchi dikenal dengan gaya balap agresif, sedangkan Martín merupakan juara dunia MotoGP 2024.

Keduanya menjadi andalan Aprilia untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Performa mereka juga menjadi perhatian dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Baca Juga:
Tak Sekedar Adu Cepat, Regulasi Baru MotoGP 2027 Fokus Keselamatan Rider

Di Mandalika, Martín dan Bezzecchi langsung menunjukkan kecepatan dengan menempati posisi kedua dan ketiga dalam sesi Practice, Jumat, 9 Oktober 2026. Hasil tersebut memperlihatkan daya saing motor Aprilia RS-GP26 di lintasan Indonesia.

 

2. BK8 Gresini Racing MotoGP

Gresini Racing merupakan tim independen asal Italia yang menggunakan motor Ducati Desmosedici. Meski bukan tim pabrikan utama Ducati, Gresini mempunyai rekam jejak kompetitif dan kerap menjadi pesaing bagi tim-tim besar.

Tim ini diperkuat Álex Márquez dan Fermín Aldeguer. Álex, adik Marc Márquez, memiliki pengalaman di kelas utama dan mampu bersaing untuk mendapatkan hasil tinggi. Sementara itu, Aldeguer merupakan pembalap muda Spanyol yang terus membangun pengalaman di MotoGP.

Gresini mengandalkan kombinasi pengalaman dan potensi pembalap muda untuk mempertahankan daya saingnya. Dukungan teknis Ducati juga menjadi salah satu modal penting bagi tim ini dalam menghadapi persaingan sepanjang musim.

 

3. Ducati Lenovo Team

Ducati Lenovo Team merupakan tim pabrikan utama Ducati asal Italia. Tim ini menggunakan motor Desmosedici yang dikenal memiliki akselerasi kuat dan kecepatan tinggi di lintasan lurus.

Pada musim 2026, Ducati Lenovo diperkuat Marc Márquez dan Francesco Bagnaia. Marc merupakan juara dunia kelas utama MotoGP tujuh kali setelah kembali meraih gelar pada 2025. Sementara itu, Bagnaia pernah menjadi juara dunia pada 2022 dan 2023.

Kehadiran dua pembalap berpengalaman tersebut menjadikan Ducati Lenovo sebagai salah satu tim yang diperhitungkan dalam perebutan kemenangan.

Namun, persaingan musim ini tidak hanya melibatkan Ducati. Aprilia juga menunjukkan performa kuat, sementara KTM terus berupaya menantang dominasi pabrikan Italia tersebut.

Dalam sesi Practice GP Indonesia, Marc menempati posisi kelima, tertinggal 0,701 detik dari Fernández. Hasil itu menempatkannya di belakang tiga pembalap Aprilia dan Pedro Acosta dari KTM.  

 

4. Honda HRC Castrol

Honda HRC Castrol merupakan tim pabrikan Honda asal Jepang. Tim ini memiliki sejarah panjang di kejuaraan dunia balap motor dan pernah mendominasi MotoGP bersama sejumlah pembalap legendaris.

Honda menggunakan motor RC213V dengan Luca Marini dan Joan Mir sebagai pembalap reguler pada musim 2026. Marini dikenal memiliki kemampuan dalam pengembangan teknis, sedangkan Mir merupakan juara dunia MotoGP 2020.

Namun, susunan pembalap tim ini berubah untuk GP Indonesia. Honda Racing Corporation mengonfirmasi Aleix Espargaró menggantikan Mir di Mandalika karena Mir harus melanjutkan pemulihan cedera sesuai saran medis.

Dengan demikian, pembalap Honda HRC Castrol yang tampil di Mandalika adalah Marini dan Espargaró. Pergantian tersebut juga menjadi kesempatan bagi Espargaró untuk kembali mengendarai Honda RC213V dalam balapan setelah terakhir tampil penuh waktu pada musim 2025.

Honda sendiri terus berupaya meningkatkan daya saing melalui pengembangan motor, terutama dalam aspek stabilitas, kecepatan, dan kemampuan menikung.

 

5. Honda LCR

Honda LCR merupakan tim independen yang dipimpin Lucio Cecchinello. Tim ini menggunakan motor Honda RC213V dan memiliki hubungan teknis dengan pabrikan Honda.

Pada musim 2026, LCR diperkuat Johann Zarco dan Diogo Moreira. Zarco membawa pengalaman panjang di kelas utama, sedangkan Moreira menjadi bagian dari regenerasi pembalap MotoGP.

Kedua pembalap tersebut juga menggunakan identitas sponsor yang berbeda. Zarco tampil dengan nama Castrol Honda LCR, sedangkan Moreira menggunakan identitas Pro Honda LCR. Keduanya tetap berada di bawah satu tim, yakni Honda LCR.

LCR berupaya memaksimalkan potensi motor Honda melalui pengembangan teknis dan strategi balap. Pengalaman Zarco diharapkan dapat membantu tim meraih hasil kompetitif, sementara Moreira memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya di kelas utama.

 

6. Monster Energy Yamaha MotoGP

Monster Energy Yamaha MotoGP merupakan tim pabrikan Yamaha asal Jepang. Yamaha YZR-M1 secara historis dikenal memiliki pengendalian yang baik saat menikung.

Tim ini diperkuat Fabio Quartararo dan Álex Rins. Quartararo merupakan juara dunia MotoGP 2021, sedangkan Rins memiliki pengalaman memenangi balapan kelas utama bersama sejumlah pabrikan.

Yamaha terus berupaya meningkatkan performa motor agar dapat bersaing dengan Ducati, Aprilia, KTM, dan Honda. Konsistensi pembalap serta perkembangan teknis menjadi faktor penting dalam upaya tersebut.

Kombinasi Quartararo dan Rins memberikan Yamaha pengalaman yang dibutuhkan untuk mengembangkan motor sekaligus menghadapi persaingan di setiap seri.

 

7. Pertamina Enduro VR46 Racing Team

Pertamina Enduro VR46 Racing Team didirikan oleh Valentino Rossi, legenda balap motor asal Italia. Tim ini berkembang dari proyek pembinaan pembalap menjadi peserta reguler di kelas utama MotoGP.

VR46 menggunakan motor Ducati Desmosedici dan memiliki identitas visual berwarna kuning yang khas. Pada musim 2026, tim ini diperkuat Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli.

Di Giannantonio mampu bersaing untuk mendapatkan hasil tinggi, sedangkan Morbidelli membawa pengalaman sebagai runner-up MotoGP 2020.

Kehadiran Pertamina Enduro sebagai sponsor utama juga memberikan kedekatan tersendiri dengan penggemar Indonesia. VR46 menjadi salah satu tim yang menarik perhatian publik saat berlaga di Mandalika.

 

8. Prima Pramac Yamaha MotoGP

Pramac memiliki sejarah panjang sebagai tim independen di MotoGP. Tim ini pernah meraih gelar juara dunia tim pada 2023 dan mengantarkan Jorge Martín menjadi juara dunia pembalap pada 2024 saat masih menggunakan motor Ducati.

Pada musim 2026, Pramac bekerja sama dengan Yamaha dan menggunakan motor YZR-M1. Tim ini diperkuat Jack Miller dan Toprak Razgatlıoğlu.

Miller mempunyai pengalaman panjang di MotoGP. Sementara itu, Toprak merupakan juara dunia World Superbike tiga kali yang beralih ke kelas utama MotoGP.

Peralihan Toprak menjadi salah satu hal menarik dari kiprah Pramac. Ia harus beradaptasi dengan karakter motor prototipe MotoGP yang berbeda dari motor World Superbike.

Selain berupaya mendapatkan hasil kompetitif, Pramac juga berperan dalam mendukung pengembangan motor Yamaha melalui pengalaman kedua pembalapnya.

 

9. Red Bull KTM Factory Racing

Red Bull KTM Factory Racing merupakan tim pabrikan KTM asal Austria. KTM memasuki MotoGP pada 2017 dan terus mengembangkan motor RC16 untuk bersaing dengan pabrikan lainnya.

Tim ini diperkuat Pedro Acosta dan Brad Binder. Acosta dikenal sebagai salah satu talenta muda yang menonjol di MotoGP, sedangkan Binder mempunyai pengalaman panjang bersama KTM.

KTM mengandalkan pendekatan agresif dalam pengembangan motor dan strategi balap. Kombinasi pembalap muda berbakat dan pembalap berpengalaman menjadi modal untuk mengejar kemenangan.

Dalam sesi Practice GP Indonesia, Acosta menempati posisi keempat. Ia menjadi pembalap non-Aprilia tercepat di antara para peserta, tepat di depan Marc Márquez.  

Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan KTM untuk menantang Aprilia dan Ducati di tengah persaingan yang ketat.

 

10. Red Bull KTM Tech3

Red Bull KTM Tech3 merupakan tim yang memiliki sejarah panjang di kelas utama. Setelah sebelumnya bekerja sama dengan Yamaha, Tech3 beralih menggunakan KTM dan menjadi bagian dari proyek pengembangan pabrikan Austria tersebut.

Tim ini diperkuat Maverick Viñales dan Enea Bastianini. Viñales pernah memenangi balapan bersama sejumlah pabrikan, sedangkan Bastianini dikenal mampu memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan maupun podium.

Keduanya membawa pengalaman penting bagi Tech3 dalam menghadapi persaingan di kelas utama.

Dengan dukungan KTM, Tech3 berupaya meningkatkan daya saing dan membantu pengembangan motor RC16. Tim ini juga memiliki peluang untuk meraih hasil tinggi apabila mampu menjaga konsistensi sepanjang akhir pekan balapan.

 

11. SuperFile Trackhouse MotoGP Team

SuperFile Trackhouse MotoGP Team merupakan tim asal Amerika Serikat yang menggunakan motor Aprilia RS-GP. Trackhouse sebelumnya dikenal melalui kiprahnya di NASCAR sebelum bergabung dengan MotoGP pada 2024.

Tim ini diperkuat Raúl Fernández dan Ai Ogura. Fernández telah memiliki pengalaman di kelas utama, sedangkan Ogura merupakan juara dunia Moto2 2024 sebelum naik ke MotoGP.

Trackhouse menjadi salah satu tim yang menarik perhatian karena memadukan identitas motorsport Amerika Serikat dengan teknologi motor Italia.

Performa Fernández di Mandalika menunjukkan kemampuan tim tersebut untuk bersaing di barisan depan. Dalam sesi Practice Jumat (9/10/2026), Fernández mencatat waktu 1 menit 28,725 detik dan memecahkan rekor lap di Sirkuit Internasional Mandalika.

Ia unggul 0,219 detik atas Bezzecchi dan 0,481 detik atas Martín. Hasil tersebut sekaligus menempatkan Trackhouse di posisi teratas sesi Practice, di depan tim pabrikan Aprilia.

 

Persaingan Lima Pabrikan MotoGP 2026

Persaingan MotoGP 2026 melibatkan lima pabrikan dengan karakter motor dan strategi pengembangan yang berbeda.

Ducati memiliki tiga tim, yakni Ducati Lenovo Team, BK8 Gresini Racing MotoGP, dan Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Aprilia memiliki dua tim, yaitu Aprilia Racing dan SuperFile Trackhouse MotoGP Team.

Sementara itu, KTM mengandalkan Red Bull KTM Factory Racing dan Red Bull KTM Tech3. Honda menurunkan Honda HRC Castrol dan Honda LCR, sedangkan Yamaha berkompetisi melalui Monster Energy Yamaha MotoGP dan Prima Pramac Yamaha MotoGP. Daftar tersebut sesuai dengan direktori resmi tim MotoGP 2026.

Perbedaan strategi, kemampuan pembalap, dan perkembangan motor membuat persaingan antartim terus berubah sepanjang musim. Hasil Practice di Mandalika memperlihatkan bahwa Aprilia memiliki kecepatan kuat, tetapi hasil latihan belum menentukan hasil akhir balapan.

Bagi penggemar Indonesia, GP Mandalika menjadi kesempatan untuk menyaksikan persaingan pembalap dunia secara langsung. Selain perebutan kemenangan, kemampuan setiap tim beradaptasi dengan karakter Sirkuit Internasional Mandalika juga menjadi aspek menarik untuk diperhatikan.(*)