Produksi Tebu dan Gula Jatim Tertinggi Nasional Capai 49,55 Persen

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Marno

26 Jun 2023 13:05

Thumbnail Produksi  Tebu dan Gula Jatim Tertinggi Nasional  Capai 49,55 Persen
Ilustrasi perkebunan tebu. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Jawa Timur terus mempertahankan predikat sebagai provinsi dengan produktivitas tebu dan gula tertinggi nasional. 

Hal tersebut sesuai dengan instruksi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bahwa peningkatan produksi ini diharapkan dapat menjadi modal bagi Indonesia mewujudkan swasembada gula, dan Jawa Timur sebagai barometer gula nasional. 

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Jawa Timur tahun 2022 sejumlah 1.191.976 ton. Sedangkan kebutuhan nasional mencapai 2.405.907 ton. Produksi gula di Jawa Timur mencukupi kebutuhan produksi nasional 49,55 persen.

Produksi tebu Jawa Timur di tahun 2022 mencapai 17.362.620 ton dan produksi gula di tahun 2022 mencapai 1,192.034 ton. Sedanglan produktivitas lahan petani tahun 2022 mencapai 5,46 ton per hektar. 

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

Di tahun 2022 luas area Jawa Timur tercatat 218.193 hektar hal tersebut berhasil menghasilkan tebu 17.390.390 ton dan hasil gula kristal putihp 1.192.034 ton. 

Produktivitas tebu dan gula terus naik karena adanya pertumbuhan lahan dari tahun 2021 Jatim sebesar 193.515 hektar untuk produksi gula 1.087.415 mencapai dan meningkat di tahun 2022 sejumlah 218.373 hektar dan produksi gula mencapai 1.191.976 ton. 

Dinas Perkebunan Jatim mencatat, setiap tahunnya terjadi peningkatan produksi tebu. Pada tahun 2020 sebanyak 13,8 juta ton dengan rendemen sebanyak 7,14,. Sementara pada tahun 2021 sebanyak 14,7 juta ton atau dengan rendemen sebanyak 7,35. Pada tahun 2022 sebanyak 17,3 juta dengan rendemen 6,86. 

Saptarijani Puspitadjati, Subkoordinator Seksi Budidaya, Penanganan Panen dan Pasca Panen Tanaman Tebu Dinas Perkebunan Jawa Timur mengatakan bahwa produksi tebu di tahun 2022 meningkat karena cuaca yang cocok dengan tanaman tebu. 

Baca Juga:
Program CKG di Jatim Tertinggi Kedua Nasional, Capaian JKN Tembus 97,71 Persen

"Produksi di tahun 2022 itu meningkat karena iklimnya basah dan produktivitasnya meningkat otomatis produktivitas tebu meningkat. Kalau untuk 2023 ini memang rendemen atau produktivitas tebunya bisa meningkat insyaAllah meningkat," paparnya pada Ketik.co.id Senin, (26/6/2023). 

Ririn sapaan akrab Saptarijani menjelaskan memang kontribusi terbesar nasional berada di Jatim dan daerah yang produksi tebunya cukup tinggi adalah Malang, Kediri dan Lumajang. 

"Mengenai produksi gula lebih banyak BUMN, cuman kalau per PGnya cuma karena jumlah aja sih sebenarnya," ujarnya. 

Peningkatan produktivitas tebu di Jawa Timur juga karena keberhasilan Dinas Perkebunan Jawa Timur, yakni dengan program Timbangan Tebu. 

Program Timbangan Tebu adalah Integrasi Ketersediaan Bahan Baku dan Manajemen Tebang Angkut Berdasarkan Klaster PG Berbasis Tebu. I

Inovasi Timbangan Tebu tersebut, diimplementasikan dengan kegiatan yang dilakukan berupa pemberian bantuan antara lain Bongkar Ratoon, Rawat Ratoon, Perluasan Areal Tebu dan Kebun Keragaan Pengembangan Warung Tebu. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Heru Suseno bahwa pentingnya sinergitas antara stakeholder untuk meningkatkan produktivitas tebu di Jatim. "Inovasi ini mensinergikan masing-masing peran dari setiap pemangku kebijakan," papar Heru. 

Tak hanya itu, Dinas Perkebunan Jatim juga melakukan monitoring ke Pabrik Gula, Dinas Perkebunan Prov. Jatim untuk memberikan edukasi kepada petani tebu. Berupa Pelatihan Budidaya Tebu yang baik dan benar sesuai Good Agricultural Practice (GAP) bekerjasama denhan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). 

"Di mana program ini juga mendorong terbentuknya pendekatan klasterisasi Pabrik Gula (PG) menjadi 6 klaster antara lain Klaster Madiun, Klaster Mojokerto, Klaster Malang, Klaster Kediri, Klaster Probolinggo, dan Klaster Situbondo," imbuhnya. 

Menurut Heru dengan pendekatan klasterisasi PG diharapkan lalu lintas pengiriman tebu dapat lebih efektif dan efisien. Harapannya tidak mengurangi potensi rendemen akibat waktu perjalanan yang terlalu lama dan tebu sesuai dengan kategori Manis, Bersih dan Segar (MBS). (*)

Baca Sebelumnya

Dosen UIN KHAS Jember Menjadi Pemakalah pada Konferensi Internasional

Baca Selanjutnya

Nikmatnya Berakhir Pekan di Ah Yat Abalone Forum Restaurant Malang

Tags:

Jawa timur Tebu Gula produktivitas Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur jatim Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Heru Suseno Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar