Pramuka Tak Diwajibkan, Ketua Kwarnas: Pak Menteri Tidak Pernah Sekolah di Indonesia

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

30 Jul 2024 06:59

Headline

Thumbnail Pramuka Tak Diwajibkan, Ketua Kwarnas: Pak Menteri Tidak Pernah Sekolah di Indonesia
Ketua Kwarnas Budi Waseso saat berada di acara Jumpa Tokoh di Dyandra Convention Hal. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Kwarda Jatim)

KETIK, SURABAYA – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan sekolah tetap wajib menyediakan ekstrakurikuler Pramuka bagi siswa-siswi sekolah menengah (SMP-SMA).

Namun keikutsertaan siswa-siswi bersifat sukarela. Kegiatan kemah di Pramuka kini tidak lagi wajib.

Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Nasional (Kwarnas) Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso menanggapi kebijakan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim tidak pernah mengenyam pendidikan di Indonesia.

Hal tersebut menurut Buwas sapaan akrab Budi Waseso menjelaskan seharusnya pendidikan kepramukaan bersifat wajib di jenjang pendidikan menengah di SMP dan SMA.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

"Kita harus pahami, Pak Menteri ini tidak pernah sekolah di Indonesia, kedua, beliau tidak pernah menjadi pramuka dan mengenal pramuka. Saya jujur saja jadinya seperti ini, karena dulu saya pramuka," terang Buwas pada kegiatan Jumpa Tokoh di Surabaya pada Selasa (30/7/2024).

Buwas menyampaikan, nilai-nilai kepramukaan yang membuatnya memiliki sifat-sifat tidak pernah menyerah, rela berkorban bagi bangsa.

"Pramuka itu tidak pernah mengenal menyerah, rela berkorban dan saya tidak pernah mengeluh dari mulai jadi polisi hingga jadi seperti hari ini (Ketua Kwarnas)," tuturnya.

Ia juga menilai tidak diwajibkan pramuka itu bukan sepenuhnya salah dari Mendikbudristek, namun staf-staf yang menangani tentang kependidikan dan kepramukaan yang harus dipertanyakan.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

"Saya tetap berusaha memberi pemahaman yang salah bukan Menterinya, pembantu-pembantunya itu juga harus dipertanyakan," terang Mantan Kepala BNN ini.

Mengenai langkah-langkah agar pramuka tetap menjadi kegiatan wajib di sekolah mulai dari pendidikan dini hingga tingkat sekolah SMA, Buwas mengungkapkan dirinya sudah bersurat ke beberapa lembaga dan juga bertemu DPR agar kegiatan pramuka tetap diwajibkan.

"Saya sudah bersurat, saya sudah sampaikan ke DPR, bahkan ke Pak Presiden (Joko Widodo) sudah cerita sampaikan, kita tunggu hasilnya seperti apa," terang Lulusan Akpol 1984.

Padahal menurut Ketua Kwarnas, pramuka sangat berperan aktif untuk negara misalnya seperti yang dilakukan oleh Kwarda Jatim yaitu mengerahkan pramuka dalam kebencanaan.

"Sekarang nyata. Keberadaan pramuka itu bermanfaat buat negara bangsa ini," jelas Buwas.

Ia juga menegaskan tidak mewajibkan pramuka di sekolah ini merupakan salah satu tindakan pelemahan Bangsa Indonesia.

"Tidak diwajibkan, justru dari kacamata saya sebagai mantan polisi salah strategis, jangan-jangan ini satu wujud pelemahan bangsa ini," pungkas Ketua Kwarnas Budi Waseso.(*)

Baca Sebelumnya

Sambut HUT Kemerdekaan RI, Anggota MDW Sampang Hias Kantornya dengan Bendera Merah Putih

Baca Selanjutnya

Akibat Mobil Crane Rusak, Dua Pekerja Dinas PU Jatuh dari Ketinggian 20 Meter

Tags:

Pramuka tak diwajibkan Budi Waseso Buwas Ketua Kwarnas Kwarnas Pramuka Gerakan Pramuka surabaya nilai kepramukaan Jumpa Tokoh

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar