PPAS Brebes Tolak Dominasi Politik dalam Dewan Kesenian

Jurnalis: Makroni
Editor: Mustopa

4 Jan 2026 19:09

Thumbnail PPAS Brebes Tolak Dominasi Politik dalam Dewan Kesenian
Sejumlah pekerja seni Brebes usai konsolidasi nyatakan sikap menolak (Foto: PPAS Brebes for ketik.com)

KETIK, BREBES – Memasuki awal tahun 2026, Persatuan Pekerja Acara Seni (PPAS) Kabupaten Brebes menggelar konsolidasi. Pertemuan yang digelar di gedung Yayasan Rumah Rakyat Indonesia (YRRI) Brebes pada Minggu 3 Januari 2026 ini menyikapi penyalahgunaan wewenang dalam proses pembentukan dan penetapan pengurus dewan kesenian Kabupaten Brebes.

‎"Pertemuan ini diselenggarakan sebagai bentuk konsolidasi dan respons bersama atas munculnya dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses pembentukan dan penetapan pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Brebes," kata Anom Panuluh, Ketua Umum PPAS melalui keteranganya, Minggu 3 Januari 2026.

"Di sini para peserta menyampaikan kegelisahan kolektif atas arah pembentukan Dewan Kesenian yang dinilai menyimpang dari prinsip independensi, etika tata kelola kebudayaan, serta semangat pengembangan seni yang adil dan berpihak pada pelaku seni," sambungnya.

‎Dalam pertemuan yang dihadiri kepengurusan 17 Kecamatan se- Kabupaten Brebes tersebut, perwakilan koalisi seni menyoroti bahwa keterpilihan seniman yang diisi jabatan politik seringkali didorong oleh popularitas semata (high popularity) tanpa dibarengi dengan kapabilitas yang memadai, sehingga nilai seni yang seharusnya menjadi sarana kritik sosial justru mengalami pendangkalan.

Baca Juga:
3.966 Warga Brebes Terdiagnosis Gangguan Jiwa, 33 Pasien Terpaksa Dipasung

‎Menurut Anom. Dewan Kesenian Kabupaten Brebes merupakan wajah dan citra kreativitas daerah, yang harus dijaga marwah dan kewibawaannya sebagai ruang kebudayaan.

‎"Dewan Kesenian tidak semestinya dijadikan instrumen kepentingan politik praktis. Dominasi unsur politik, khususnya ketika posisi ketua, sekretaris, dan bendahara seluruhnya diisi oleh anggota DPRD, bisa berpotensi menggeser fungsi Dewan Kesenian dari ruang budaya menjadi ruang kekuasaan," ujar Anom.

‎Sebagai langkah konkret, koalisi pekerja seni mendesak adanya reformasi dalam rekrutmen politik dan penguatan kode etik bagi seniman yang terjun ke ranah publik. Mereka menyerukan agar pekerja seni tetap setia pada fungsinya sebagai penjaga nilai budaya dan kemanusiaan, bukan sekadar komoditas politik musiman.

‎"Setelah melalui pembahasan dan pertukaran pandangan, forum secara tegas dan bulat menyepakati hal-hal sebagai berikut, Menolak keterlibatan anggota DPRD dan unsur partai politik dalam struktur kepengurusan Dewan Kesenian Kabupaten Brebes. Penolakan ini bukan sikap antipolitik, melainkan upaya menjaga batas etis antara ruang kekuasaan dan ruang kebudayaan," kata Anom.

Baca Juga:
Herkusnadi Nakhodai FPTI Brebes 2026-2030, Terpilih Aklamasi dalam Muscab

‎Lebih jauh Anom menilai bahwa dominasi aktor politik dalam Dewan Kesenian berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, mempersempit kebebasan berekspresi, serta menjauhkan kebijakan kesenian dari kebutuhan nyata seniman dan pekerja seni di tingkat akar rumput.

‎Dari itu, hasil dari konsolidasi mendesak Bupati Brebes untuk tidak menerbitkan Surat Keputusan (SK), atau melakukan pengukuhan, terhadap kepengurusan Dewan Kesenian yang  dibentuk dengan tidak sesuai aturan dan mengabaikan prinsip partisipatif dengan didominasi oleh anggota dewan.

‎Ia menegaskan bahwa penerbitan SK atas struktur yang cacat secara etis dan prosedural akan memperdalam krisis kepercayaan di kalangan seniman dan menjadi preseden buruk bagi tata kelola kebudayaan di Kabupaten Brebes.

‎"Pemerintah daerah dan DPRD seharusnya berperan sebagai fasilitator, pelindung, dan penyedia kebijakan pendukung, bukan sebagai pengendali struktural Dewan Kesenian," katanya lagi.

‎Dialog terbuka dan evaluasi menyeluruh dipandang sebagai jalan paling bijak untuk menyelamatkan marwah Dewan Kesenian dan keberlanjutan ekosistem seni Brebes.

‎Hasil forum menyatakan sikap dan rekomendasi sebagai berikut, Dewan Kesenian Kabupaten Brebes harus bersifat independen, profesional, dan representatif, melibatkan pelaku seni lintas disiplin, lintas generasi, dan lintas wilayah.

‎“Kesenian tumbuh dari kejujuran, bukan dari kuasa. Jika kesenian dipaksa tunduk pada kepentingan politik, maka yang hilang bukan hanya kebebasan berekspresi, tetapi juga martabat kebudayaan kita,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Open House Tahun Baru Wakil Bupati Halmahera Selatan, Merawat Harmoni dalam Kesederhanaan

Baca Selanjutnya

Lebih Mudah dan Hemat, TransJatim Jadi Tren Baru Wisatawan Menuju Kota Batu

Tags:

PPAS Brebes Dewan Kesenian politik kesenian Brebes kebudayaan Konsolidasi Menolak

Berita lainnya oleh Makroni

Pemkab Brebes Usulkan KUD Wanasari Jadi Piloting Hub Koperasi Merah Putih

14 April 2026 19:11

Pemkab Brebes Usulkan KUD Wanasari Jadi Piloting Hub Koperasi Merah Putih

Jawa Tengah Siapkan 3 Aglomerasi Pengolahan Sampah, Brebes Diantaranya

14 April 2026 09:40

Jawa Tengah Siapkan 3 Aglomerasi Pengolahan Sampah, Brebes Diantaranya

Bupati Brebes Tekankan Rotasi Jabatan Bukan Hukuman, Minta Jangan Ada Lagi Salah Surat-menyurat

13 April 2026 14:05

Bupati Brebes Tekankan Rotasi Jabatan Bukan Hukuman, Minta Jangan Ada Lagi Salah Surat-menyurat

3.966 Warga Brebes Terdiagnosis Gangguan Jiwa, 33 Pasien Terpaksa Dipasung

13 April 2026 11:28

3.966 Warga Brebes Terdiagnosis Gangguan Jiwa, 33 Pasien Terpaksa Dipasung

Herkusnadi Nakhodai FPTI Brebes 2026-2030, Terpilih Aklamasi dalam Muscab

12 April 2026 19:48

Herkusnadi Nakhodai FPTI Brebes 2026-2030, Terpilih Aklamasi dalam Muscab

Nyambi Jadi Mafia Gas Elpiji di Gudang Sekolah, Oknum Kepsek di Brebes Ditangkap

10 April 2026 16:08

Nyambi Jadi Mafia Gas Elpiji di Gudang Sekolah, Oknum Kepsek di Brebes Ditangkap

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar