PP Kesehatan Atur Pembagian Alat Kontrasepsi untuk Remaja, Kemenag Jatim: Naif, Memancing Anak Menggunakannya

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

14 Agt 2024 01:02

Thumbnail PP Kesehatan Atur Pembagian Alat Kontrasepsi untuk Remaja, Kemenag Jatim: Naif, Memancing Anak Menggunakannya
Kabid Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Jatim, Mohammad As'adul Anam saat ditemui di kantornya, Selasa (13/8/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kemunculan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Kesehatan menuai kontroversi. Itu gara-gara ada satu pasal yang menyebut penyediaan alat kontrasepsi bagi kelompok usia sekolah dan remaja.

PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 17 tentang Kesehatan itu mencakup beberapa program kesehatan termasuk kesehatan sistem reproduksi.

Pasal 103 mengenai upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja memunculkan polemik khususnya Ayat (4) butir “e” yaitu penyediaan alat kontrasepsi.

Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim  ikut menentang peraturan itu. Kabid Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Jatim, Mohammad As'adul Anam menilai lebih baik fokus memberikan pendidikan seks dan reproduksi saja.

Baca Juga:
Jatim Resmi Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah! Khofifah: Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid

"Itu sesuatu yang naif bagi kami. Itu kekhawatiran saja. Sebenarnya pendekatan edukasi itu, bagaimana pemahaman tentang masalah itu (tentang seksual)," ujar As'ad, Selasa (13/8/2024).

As'ad menjelaskan, pendidikan seksual bagi anak usia remaja khususnya yang duduk di bangku sekolah SMA/SMK/MA sangat penting. Namun tidak harus difasilitasi alat kontrasepsi.

"Itu kan memancing anak bagaimana menggunakannya," ungkapnya.

As'ad menjelaskan di pesantren dan madrasah edukasi seks tidak seperti itu. "Soal alat kontrasepsi ini tidak seharusnya atraktif seperti itu, kalau edukasi memang penting tapi tidak atraktif belum perlu seperti itu," tegasnya.

Baca Juga:
Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

As'ad menambahkan bahwa edukasi seksual di pesantren sudah berjalan. Banyak buku maupun kitab penunjangnya. "Ada kitab yang mengajarkan pola hubungan laki-laki dan perempuan bahkan pernikahan. Sebetulnya bukan hal yang tabu di pesantren (terkait seksualitas)," ungkapnya.

"Pendidikan di pesantren itu sudah cukup untuk pendidikan seksual, tidak perlu alat kontrasepsi untuk pelajar," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

dr Bhakti Setiyo Tunggal Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang, Masa Kerja hanya 3 Bulan

Baca Selanjutnya

Kisah Tommy, Pria Tionghoa Sukarela Ganti Patok Makam Pejuang yang Digondol Maling di Pekuburan Muslim Labuhanbatu

Tags:

Kontrasepsi untuk pelajar Kanwil Kemenag Jatim Jawa timur MA SMK SMA PP Kesehatan Alat Kontrasepsi

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar