Potong 70 Ekor Kambing Saat Lebaran, Belum ke Jogja Kalau Belum Santap Sate Pak Pong

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Aziz Mahrizal

23 Mar 2026 11:28

Thumbnail Potong 70 Ekor Kambing Saat Lebaran, Belum ke Jogja Kalau Belum Santap Sate Pak Pong
Jaga kualitas rasa, Syafik putra dari Pak Pong masih terlibat langsung menusuk sate bersama karyawannya. (Foto: Dok. Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Libur Lebaran telah tiba. Yogyakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama masyarakat Indonesia untuk menghabiskan waktu berlibur. Di masa-masa puncak seperti ini, Daerah Istimewa tersebut selalu dipadati oleh lautan wisatawan.

​Jika biasanya Jogja identik dengan Bakpia dan keriuhan Malioboro, beberapa tahun terakhir muncul istilah "Tak ke Jogja kalau Belum Makan Sate Klathak Pak Pong". Warung ini telah menjadi destinasi wisata kuliner yang paling diburu oleh para pendatang.

Berlokasi di Jalan Sultan Agung No. 18, Jejeran II, Wonokromo, Kec. Pleret, Kabupaten Bantul, Sate Klathak Pak Pong memiliki ciri khas unik dalam proses memasaknya. Sate ini tidak menggunakan bambu, melainkan jeruji sepeda motor yang telah dibersihkan sebagai tusuk sate. Penggunaan besi ini dipercaya menghantarkan panas hingga ke bagian dalam daging secara merata.

​Nama "Pak Pong" sendiri diambil dari nama masa kecil sang pemilik yang aslinya bernama Zakaroh. Kini, kepopulerannya begitu meledak hingga muncul tagline yang menyebut kunjungan ke Jogja belum sah tanpa mencicipi sate ini.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Saat ini, operasional Pak Pong 1 dikelola oleh anak kedua pemilik bernama Syafik. Mahasiswa jurusan Manajemen di Universitas Islam Indonesia ini dibantu oleh kurang lebih 50 karyawan. Meski baru menginjak usia 20 tahun, Syafik memilih terjun langsung mengelola warung dan menusuk daging sate ketimbang sekadar nongkrong bersama teman sebaya.

Foto Proses pembakaran sate kambing menggunakan jeruji sepeda motor sebagai tusuk satenya di Sate Klathak Pak Pong. (Foto: Dok. Ketik.com)Proses pembakaran sate kambing menggunakan jeruji sepeda motor sebagai tusuk satenya di Sate Klathak Pak Pong. (Foto: Dok. Ketik.com)

​Ketekunan tersebut berbuah manis. Dengan resep turun-temurun yang terjaga, bumbu sate yang meresap membuat siapa pun ketagihan. 

Pada momen Lebaran kali ini, tercatat sebanyak 70 ekor kambing muda habis dalam sehari. Lonjakan pengunjung membuat antrean mengular hingga hampir tiga jam, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pemburu kuliner.

Baca Juga:
'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

"Saat Lebaran, kurang lebih 70 ekor per hari, antisipasi, mungkin persiapan-persiapan dan nambah karyawan, menjaga resep selalu dikontrol, melestarikan resep sendiri,” tutur Syafik, Senin, 23 Maret 2026.

Menurut Syafik, meski antrean saat libur Lebaran bisa mencapai tiga jam, para tamu yang mayoritas berasal dari luar kota tetap antusias. Ia memastikan kualitas tetap terjaga.

"Libur Lebaran, Pak Pong 1 kurang lebih 50 karyawan menyambut lebaran, bahan-bahan selalu disiapkan. Jam buka sama seperti biasa, rata-rata tamu luar kota, kambing usia muda cempe, tantangan pas lebaran antrinya sampai 3 jam an, tapi tetep orang senang,” imbuhnya.

Foto Warung Sate Klathak Pak Pong dipenuhi pengunjung saat libur Lebaran. (Foto: Dok. Ketik.com)Warung Sate Klathak Pak Pong dipenuhi pengunjung saat libur Lebaran. (Foto: Dok. Ketik.com)

Salah satu wisatawan asal Malang, Layya Haura, menceritakan perjuangannya demi menikmati hidangan ini. Meski sempat terjebak macet, ia tetap menyempatkan mampir walau harus mendapati nomor antrean yang terpaut jauh.

"Setelah salat Idulfitri di Malang, hari ini kami berlibur ke Jogja bersama keluarga, tadi kami sempat di Exit Prambanan terkena macet, tapi Alhamdulillah bisa sampai di warung Sate Klathak Pak Pong. Saat di warung sate ini kami dapat antrean nomor 249, saat itu yang sedang dilayani nomor 170, jadi saya merasakan antre hampir 2,5 jam sampai 3 jam," ucapnya.

Layya dan keluarganya memesan variasi menu mulai dari sate klathak, tongseng, tengkleng, hingga nasi goreng kambing.

"Alhamdulillah tepat 3 jam menu yg kami pesan, sate klatak 7 porsi, tongseng, tengkleng, beserta nasi goreng kambingnya datang semua dan kami lahap memakannya, kami biasanya memang berlangganan ke sini sebelum memasuki Jogja, kami masuk ke sate Pak Pong baru nanti kami ke Malioboro," ungkap Layya Haura.

Bagi Layya, Sate Klathak Pak Pong adalah salah satu destinasi kuliner sate kambing terbaik di Indonesia dengan tekstur daging yang lembut dan potongan besar.

"Waduh, Sate Pak Pong ini the best sate kambing dan sate kambing terbaik di Indonesia yang menurut saya adalah Sate Pak Pong ini, satenya lembut, besar-besar dan ciri khasnya tusuk satenya menggunakan jeruji sepeda motor, rasanya enak sekali, semua kalau mau ke Jogja, tak ke Jogja kalau belum ke Sate Klathak Pak Pong," ujar wisatawan asal Malang tersebut.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner otentik Jogja, Sate Klathak Pak Pong menjadi pilihan utama hidangan yang wajib dicoba saat berlibur ke Yogyakarta.(*)

Baca Sebelumnya

Hasil Lengkap dan Klasemen Sementara MotoGP usai GP Brasil

Baca Selanjutnya

Pastikan Libur Lebaran Aman, Polsek Patean Terjunkan Personel Pantau Objek Wisata Kendal

Tags:

Sate Klathak Pak Pong Kuliner Jogja Yogyakarta Libur lebaran Lebaran 2026 Sate Klathak pak pong Jogja

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

BREAKING NEWS: Eks Dosen Pascasarjana UIN Malang Yai Mim Meninggal Dunia

13 April 2026 16:18

BREAKING NEWS: Eks Dosen Pascasarjana UIN Malang Yai Mim Meninggal Dunia

Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas Cemorokandang

13 April 2026 15:43

Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas Cemorokandang

Skyroom Cafe HOTEL THE 1O1 Malang OJ Luncurkan Paket "Work and Chill", Sensasi WFH di Rooftop Tertinggi Kota Malang

13 April 2026 07:00

Skyroom Cafe HOTEL THE 1O1 Malang OJ Luncurkan Paket "Work and Chill", Sensasi WFH di Rooftop Tertinggi Kota Malang

Area Barat Cafe Batu, Tempat Ngopi di Tengah Hutan dengan Suasana Healing yang Menenangkan

12 April 2026 16:45

Area Barat Cafe Batu, Tempat Ngopi di Tengah Hutan dengan Suasana Healing yang Menenangkan

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

12 April 2026 16:38

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

Haraku Ramen Hadir di Kota Malang, Sajikan Ramen Halal dengan Cita Rasa Jepang yang Medok di Lidah Lokal

12 April 2026 15:38

Haraku Ramen Hadir di Kota Malang, Sajikan Ramen Halal dengan Cita Rasa Jepang yang Medok di Lidah Lokal

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar