KETIK, LEBAK – Kelompok Tani Mulya Tani di Desa Parungsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, mendapat bantuan satu unit alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat dari Kementerian Pertanian RI.
Bantuan tersebut terealisasi melalui aspirasi DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lebak.
Bantuan alsintan ini dapat mempermudah petani dalam mengolah lahan sekaligus mengoptimalkan area pertanian yang selama ini belum produktif akibat keterbatasan sarana.
Ketua DPD TMI Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, mengatakan bantuan traktor tersebut merupakan hasil aspirasi TMI Lebak yang disampaikan kepada Kementan.
Menurut Ellen, bantuan pemerintah harus dimanfaatkan sesuai peruntukan tanpa adanya praktik transaksional.
Baca Juga:
Cegah Gagal Bayar hingga Akhir Tahun, BKAD Lebak Kencangkan Arus Kas Daerah"Bantuan ini murni tidak ada transaksional. Saya ingatkan agar traktor ini dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai diperjualbelikan atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Jika ada penyelewengan, tidak ada kata ampun," tegas Ellen kepada ketik.com, Selasa 3 November 2026.
Ellen meminta kelompok tani menjaga dan merawat traktor tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Ia juga menegaskan, apabila ditemukan pihak yang meminta uang dengan alasan pengurusan bantuan hibah, TMI siap melaporkannya kepada kepolisian maupun aparat berwenang.
Ellen turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, serta Kementerian Pertanian atas dukungan terhadap petani di Lebak.
Baca Juga:
Jalan Bhakti Manunggal Selahaur Rangkasbitung Mulai Diaspal Hotmix, DPUPR Lebak Lakukan Pemeliharaan RutinSementara itu, Kepala Desa Parungsari, Didin Wahyudin, menyambut baik bantuan tersebut.
Menurutnya, traktor roda empat sangat dibutuhkan petani untuk menggarap lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.
"Ini merupakan sentuhan pertama bagi Desa Parungsari. Mudah-mudahan bantuan ini memudahkan petani menggarap lahan dan meringankan biaya operasional sehingga hasil pertanian ke depan semakin meningkat," ujar Didin.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Mulya Tani, Saidun. Ia mengaku bangga dan bersyukur atas bantuan tersebut, terutama untuk mengolah lahan yang sulit dijangkau traktor kecil.
"Kami merasa bangga atas bantuan ini. Semoga benar-benar bermanfaat bagi kelompok tani dan ke depannya semakin banyak perhatian terhadap kebutuhan petani," kata Saidun.
Untuk saat ini, bantuan yang terealisasi bagi Poktan Mulya Tani baru satu unit traktor roda empat. Penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok berdasarkan ketentuan calon petani dan calon lokasi (CPCL).
Bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan lahan pertanian tidak produktif, meningkatkan hasil panen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Parungsari dan sekitarnya. (*)