KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana pagi di Dusun Kebonduren, Desa Kates, Kecamatan Kauman, Tulungagung pada Selasa, 9 Juni 2026, tampak berbeda dari biasanya. 

Ratusan warga berkumpul dengan antusias untuk menyambut kedatangan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang hadir untuk meresmikan Jembatan Garuda, sebuah infrastruktur krusial yang merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Begitu tiba di lokasi acara, rombongan Plt Bupati langsung disambut dengan pagelaran seni tradisi Tiban asli dari desa setempat. Kehadiran para pelaku seni Tiban ini tidak hanya memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang kental di tengah masyarakat Kauman.

Hadir pula dalam peresmian ini jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya Dandim 0807 Tulungagung beserta anggotanya, Camat Kauman, Kepala Desa Kates Suyanto beserta jajaran perangkat desa, keluarga besar SDN 1 Kates, serta masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan jembatan yang didominasi oleh warna merah putih tersebut.

Baca Juga:
Hadiri Pagelaran Wayang Kulit di Ngunut, Plt Bupati Tulungagung Ajak Warga Teladani Lakon Wahyu Ketentraman

Ia mengapresiasi kerja keras semua pihak, mulai dari perencanaan, usulan, hingga pelaksanaan, yang berjalan lancar berkat kerja sama yang solid antara pemerintah desa, masyarakat, dan jajaran TNI.

"Warna jembatan ini pas sekali, merah putih, Jembatan Garuda Merah Putih. Yang namanya jembatan adalah penghubung dari saluran air yang tadinya terputus," ujar Ahmad Baharudin.

"Mudah-mudahan ini benar-benar menjadi sarana terpenting dan kebutuhan pokok kita semua. Dengan adanya jembatan ini, kita bisa saling bersilaturahmi dan yang tidak kalah penting adalah fungsi ekonominya, untuk mengangkut hasil pertanian, material pembangunan, dan kebutuhan masyarakat lainnya," harapnya.

Ia juga mengingatkan warga mengenai kapasitas maksimal jembatan yakni 5 ton, agar jembatan bisa awet dan digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga:
Sinergi Atasi Masalah Sosial, Pemkab Tulungagung Salurkan Bantuan ATENSI Kemensos untuk 125 PPKS

Mengingat lokasi jembatan yang dekat dengan musala, Plt Bupati secara jenaka mengajak warga untuk sering beristigfar dan istigasah di musala agar pemanfaatan jembatan ini selalu membawa berkah dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada kesempatan yang sama, Plt Bupati Ahmad Baharudin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0807 Tulungagung dan para Babinsa, yang selalu mendampingi masyarakat.

Ia berseloroh bahwa pengabdian TNI tidak lagi hanya 24 jam, melainkan "25 jam" karena selalu siap sedia membantu warga dalam segala urusan, mulai dari keamanan lingkungan hingga membantu menengahi perselisihan antar tetangga.

Ahmad Baharudin juga berpesan agar situasi kondusif, aman, dan guyub rukun ini terus dijaga demi kelancaran aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari. Warga diimbau untuk selalu bermusyawarah dengan Kepala Desa, Babinsa, maupun Babinkamtibmas jika terdapat persoalan di desa.

Sebagai penutup rangkaian acara, Plt Bupati Tulungagung mengajak seluruh warga untuk merasa memiliki dan bersama-sama merawat Jembatan Garuda ini secara swadaya tanpa melulu membebankan kepada aparat.

Diiringi tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan dan warga yang hadir, Ahmad Baharudin secara resmi membuka jembatan tersebut.

"Pada hari ini, Jembatan Garuda Kabupaten Tulungagung saya nyatakan resmi diresmikan." pungkas Plt. 

Dengan dipotongnya pita dan dilepasnya balon oleh Plt. Bupati dan Komandan Kodim tanda peresmian tersebut, Jembatan Garuda kini resmi beroperasi dan siap menjadi urat nadi baru yang menggerakkan roda ekonomi serta mempererat tali persaudaraan warga Desa Kates dan sekitarnya.(*)