Plh Bupati Probolinggo Siap Bongkar Kecurangan Pupuk Subsidi

Jurnalis: Atiq Alirahbini
Editor: M. Rifat

31 Mar 2023 03:47

Thumbnail Plh Bupati Probolinggo Siap Bongkar Kecurangan Pupuk Subsidi
Ilustrasi pernyataan plh Bupati Probolinggo Ugas Irwanto. (Foto: Atiqalirahbini/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Plh Bupati Probolinggo Ugas Irwanto menghimbau Petani di Kabupaten Probolinggo, agar bersatu melawan semua praktik kecurangan distribusi dan penjualan pupuk subsidi, Jumat (31/3/2023).

Pria yang juga menjabat Sekda Kabupaten Probolinggo ini, mengaku himbauan itu, setelah adanya temuan kongkrit hasil observasi tim satgas Bus Patas di sejumlah titik kecamatan. Observasi itu, merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi permasalahan indikasi kelangkaan dan mahalnya pupuk subsidi, tiga hari sebelumnya di pendopo Kabupaten Probolinggo.

"Ini menyangkut hajat hidup masyarakat bawah. Siapa lagi yang akan membela mereka kalau bukan kita. Saya menghimbau para petani, jika ada temuan kecurangan terkait penjualan dan distribusi pupuk subsidi, maka segera laporkan," katanya kepada ketik.co.id.

Ugas lantas membeberkan beberapa temuan tim satgas Bus Patas. Pertama, Data RDKK alokasi pupuk subsidi, tidak akurat. Sehingga menjadi sumber permasalahan.

Baca Juga:
Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

"Sudah terang, data alokasi tidak valid dan kami sedang mencari oknum yang bermain. Jika itu kios atau distributor, maka akan dicabut izinnya. Jika ada PPL dan ASN, yang bermain maka akan kami beri sanksi tegas," sergahnya.

Temuan Kedua, Ugas mengaku mendengar langsung keterangan dari petani, adanya modus penjualan pupuk subsidi, yang dipaketkan dengan pupuk non subsidi, sejenis pupuk Kalsium dan Magnesium dengan merek yang tidak dikenal luas, kepada petani dengan harga tinggi.

Padahal pupuk dengan kandungan unsur hara sejenis, yang mengandung Kalsium dan Magnesium, hanya seharga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per sak. Tapi, dengan sistem paket dengan pupuk subsidi, bisa dijual Rp 65 ribu per sak.

"Petani tidak wajib membeli pupuk subsidi yang dipaketkan. Itu modus saja. Kalau masih ada Laporkan kepada penegak hukum dan satgas Bus Patas. Tapi, harus dilengkapi dengam bukti video atau dokumen lainnya," tandas Ugas.

Baca Juga:
Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

Sementara itu, Ugas juga menjelaskan bahwa salah satu faktor keterbatasan pupuk, karena memang ada pengurangan jatah pupuk subsidi dari Pemerintah Pusat.

Itu juga diatur dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2022 Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian serta sinergitas peran KP3 dan Permendag Nomor 04 Tahun 2023 Tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian.

"Aturannya, yang bisa mendapat pupuk subsidi, memang dibatasi oleh pemerintah pusat.  Pembatasannya, maksimal dua hektar lahan, dalam satu Kepala Keluarga (KK). Jika dalam satu KK memiliki lahan melebihi dua hektar, maka sisa lahannya tidak mendapat jatah pupuk subsidi," jelas Ugas.

Terkait persoalan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi, Pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 734 Tahun 2022 menetapkan HET pupuk bersubsidi dengan masing-masing senilai Rp 2.250 per kg untuk pupuk urea (Rp 112.500/50kg), Rp 2.300 per kg untuk pupuk NPK (115.000/50kg), dan Rp 3.300 per kg untuk pupuk NPK dengan formula khusus kakao (Rp 165.000/50 kg).

"Saya berharap, Kios memberikan Nota Pembayaran pupuk subsidi kepada Petani, agar petani memiliki bukti transaksi pupuk subsidi. Selama ini, kios tidak berani memberikan nota pembelian ke petani. Biar transparan," tandas Ugas.(*)

Baca Sebelumnya

Kajian Ramadan di Masjid Nurul Iman Bahas Hadis Populer

Baca Selanjutnya

Kim Jong Un Eksekusi Warga Korut Kepergok Ibadah dan Kasus Narkoba

Tags:

plh bupati probolinggo pupuk subsidi probolinggo kecurangan pupuk subsidi harga everan pupuk subsidi peraturan pupuk subsidi

Berita lainnya oleh Atiq Alirahbini

Jembatan menuju Air Terjun Madakipura Ambruk, Dua Warga Terluka

28 Maret 2026 14:49

Jembatan menuju Air Terjun Madakipura Ambruk, Dua Warga Terluka

Kuota Terbatas, Guru Ngaji di Krucil Probolinggo Saling Berbagi Tunjangan

26 Maret 2026 20:05

Kuota Terbatas, Guru Ngaji di Krucil Probolinggo Saling Berbagi Tunjangan

Banjir Kembali Rendam Kota Kraksaan Probolinggo Setelah 31 Tahun

22 Februari 2026 14:23

Banjir Kembali Rendam Kota Kraksaan Probolinggo Setelah 31 Tahun

Musim Banjir, Destinasi Wisata Arung Jeram Probolinggo Tetap Diminati

20 Januari 2026 22:24

Musim Banjir, Destinasi Wisata Arung Jeram Probolinggo Tetap Diminati

Berbekal Satu Kupon, Remaja Kraksaan Probolinggo Dapat Sepeda Motor di Acara Happy Walk Sae

10 Januari 2026 22:22

Berbekal Satu Kupon, Remaja Kraksaan Probolinggo Dapat Sepeda Motor di Acara Happy Walk Sae

Kiai dan Tokoh Muda Probolinggo Siap Hadapi Pengganggu Stabilitas Pemerintahan

5 Januari 2026 17:48

Kiai dan Tokoh Muda Probolinggo Siap Hadapi Pengganggu Stabilitas Pemerintahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar