KETIK, SURABAYA – PKC PMII Jawa Timur menjalin silaturahim dengan PCINU Malaysia di Kuala Lumpur, Jumat, 1 Mei 2026.

Pertemuan yang digelar di sela misi dagang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini dimanfaatkan PKC PMII Jatim untuk memperluas jejaring kader hingga tingkat internasional.

Ketua PKC PMII Jawa Timur, Mohammad Ivan Akiedozawa mengatakan bahwa silaturahmi ini menjadi ruang strategis untuk merancang kolaborasi konkret antarorganisasi.

“Kami menyempatkan hadir di tengah agenda misi dagang Pemprov Jatim untuk membangun komunikasi dengan PCINU Malaysia. Banyak peluang yang bisa kita sinergikan, mulai dari enterpreneur, penguatan komoditas, hingga akses beasiswa bagi kader PMII,” ujarnya

Edo sapaan akrabnya menjelaskan, sektor kewirausahaan menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan. 

Baca Juga:
UPTD SDN Ombul 2 Sampang Raih Juara 3 Lomba Inovasi Pendidikan 2026

Menurutnya, kader PMII perlu didorong agar mampu menembus pasar global dengan memanfaatkan jaringan diaspora di luar negeri, termasuk di Malaysia.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh potensi pengembangan komoditas unggulan Jawa Timur yang memiliki peluang ekspor ke Malaysia. 

PKC PMII Jatim menilai, peran kader dapat dioptimalkan sebagai penghubung antara pelaku usaha di daerah dengan pasar internasional.

Baca Juga:
Usai Insiden Kecelakaan di Jabal Magnet, Kemenhaj Ancam Cabut Izin KBIH

“Komoditas dari Jawa Timur punya potensi besar. Dengan adanya jejaring di Malaysia, ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi,” kata Edo.

Dalam bidang pendidikan, kedua pihak turut membahas peluang beasiswa bagi kader PMII yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. 

Akses informasi dan kerja sama pendidikan dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kader.

Tak kalah penting, isu diaspora kader PMII juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

PKC PMII Jatim dan PCINU Malaysia sepakat bahwa keberadaan kader di luar negeri perlu dikelola secara lebih terstruktur agar mampu memberikan kontribusi nyata, baik bagi organisasi maupun bagi Indonesia.

“Kami ingin diaspora kader ini tidak hanya terdata, tetapi juga terhubung dan bisa berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi dan pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan PCINU Malaysia menyambut baik langkah yang dilakukan PKC PMII Jawa Timur.

Mereka membuka ruang kolaborasi lebih luas, khususnya dalam penguatan jaringan pelajar, pengembangan usaha, serta pertukaran informasi pendidikan. 

Inah, salah seorang pengurus PCINU menyampaikan "Banyak peluang beasiswa di Malaysia yang bisa diakses secara mandiri oleh kader PMII di Indonesia'

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua belah pihak untuk merealisasikan program kerja bersama yang berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata.(*)