KETIK, LEBAK – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, menerima audiensi mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Banten di ruang kerjanya, Kamis 30 April 2026. 

Audiensi tersebut membahas persiapan penyelenggaraan seminar kesehatan nasional yang diinisiasi oleh Poltekkes Kemenkes Banten Jurusan Kebidanan.

Halson Nainggolan menyampaikan bahwa seminar bertajuk “GERD vs Serangan Jantung: Kenali Perbedaan, Cegah Risiko Fatal Sejak Dini Sepanjang Siklus Kehidupan” itu dijadwalkan akan digelar pada 23 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

“Audiensi ini membahas persiapan seminar kesehatan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perbedaan antara GERD dan serangan jantung, serta pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat,” ujar Halson Nainggolan dalam keterangannya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait penanganan awal pada keluhan nyeri dada yang kerap menimbulkan kebingungan.

Baca Juga:
Pemkab Lebak Ajak Buruh dan Dunia Usaha Perkuat Sinergi di May Day 2026

“Seminar ini mampu mendorong masyarakat agar lebih waspada, dapat mengenali gejala sejak dini, serta mengambil tindakan cepat dan tepat guna mencegah risiko fatal akibat keterlambatan penanganan,” katanya.

Menurut Halson, dalam seminar tersebut peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai gejala gastroesophageal reflux disease (GERD), yang umumnya ditandai dengan nyeri di ulu hati, rasa terbakar di dada, hingga sesak napas. 

Ia menilai, gejala tersebut sering kali disalahartikan sebagai penyakit lain, termasuk serangan jantung.

“Kondisi ini penting untuk dipahami oleh masyarakat, karena kesalahan dalam mengenali gejala dapat berakibat pada keterlambatan penanganan yang berisiko tinggi,” ucapnya.

Baca Juga:
Staf Ahli Ahmad Aziz Setia Ade Putra Dilantik, Resmi Jabat Pj Sekda Cilegon

Lebih lanjut, Halson menyambut baik inisiatif mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banten dalam menyelenggarakan seminar kesehatan nasional tersebut. 

Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lebak terhadap kegiatan edukatif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan. Harapannya, masyarakat mampu membedakan antara gejala penyakit ringan dan kondisi yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut,” tuturnya.

Ia juga berharap, melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat lebih sigap dalam mengambil keputusan saat menghadapi situasi darurat kesehatan.

“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat mampu melakukan deteksi dini, meningkatkan kewaspadaan, serta mengambil langkah yang tepat dalam situasi darurat,” pungkasnya.(*)