KETIK, MALANG – Ma'had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Ta'aruf Ma'hady pada Sabtu, 16 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan asrama yang akan menjadi tempat tinggal pada maba selama satu tahun pertama perkuliahan.
Kegiatan perkenalan ma'had ini serentak dilakukan oleh semua kampus UIN Malang, mulai kampus 1, 2 dan 3. Tentunya ini menjadi momentum bagi para mahasantri baru untuk mengenal lebih dalam para pengasuh yang nantinya akan menjadi orang tua dan murrabi dan murrabiyah sebagai kakak asrama.
Mudir Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Malang, Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI., menyampaikan bahwa UIN Malang adalah kampus pertama yang memiliki kebijakan maba wajib masuk ma'had selama satu tahun awal sebagai kegiatan pembinaan karakter, hingga banyak kampus Islam lainnya yang mengikuti jejak UIN Malang.
"Ma'had UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atau MSAA ini adalah pionir Ma'had Al-Jami'ah di Indonesia dan di dunia. Tidak ada kampus Islam di Indonesia ini yang negeri yang semua mahasiswa barunya harus masuk Ma'had. Dan kita adalah pionirnya, kita adalah penggagasnya, dan kita ditiru oleh semua kampus-kampus di Indonesia ini," ucapnya.
Baca Juga:
Ngechill di Kolam Sambil Party? Sendja Soiree Hadirkan DJ, Live Music hingga Tenant Kekinian di MalangIzzudin juga menegaskan agar para mahasantri baru harus memiliki tekad dan niat yang kuat untuk lulus ma'had. Ini juga sudah menjadi amanah bagi para mahasantri untuk bisa menyelesaikan semua kegiatan ma'had, mulai taklim hingga tashih.
Sebagai penyemangat bagi para mahasantri, Izzudin juga menyampaikan bahwa semua mahasiswa baru yang hadir di Ta'aruf Ma'hady adalah orang yang beruntung dengan segala upaya. Sehingga, ia berpesan untuk semua mahasiswa bersyukur dan diikuti dengan niat serta tekad untuk menuntaskan semua kewajiban sebagai mahasantri.
Dalam menyampai pesan tersebut, para mahasantri baru serentak menjawab "sanggup" untuk mengikuti semua kegiatan ma'had. Tentunya ini akan bisa menumbuhkan rasa semangat dalam menjalani kehidupan di Ma'had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang.
"Adik-adik sekarang sudah berada di perahu yang perahu itu sudah berlayar di lautan. Akan banyak ombak dan rintangan, tapi hadapi itu semuanya. Insya Allah dengan bimbingan murabbi dan murabbiyah, musyrif dan musyrifah, Adik-adik akan bisa melewati semua rintangan dan tugas di tahun pertama ini dengan baik," ujar Izzudin.
Baca Juga:
Bentengi Generasi Muda, FKAUB Kota Malang Pupuk Toleransi Lewat Barikan Anak NusantaraDalam momen tersebut, Izzudin juga menyoroti pada kesehatan mental mahasantri. Ia menyampaikan jika ada yang merasa setres atau sedih yang luar biasa, dimohon untuk langsung menyampaikan kepada kaka musyrif dan musyrifah agar nanti dilakukan tindakan dan diantarkan pada lembaga konseling 24 jam yang tersedia di UIN Malang.
"Kalau ada Adik-adik yang saat ini mengalami kesedihan yang luar biasa, kesumpekan hati yang luar biasa, tolong sampaikan kepada musyrif dan musyrifahnya. Ada lembaga, ada unit yang akan membantu Adik-adik untuk konseling 24 jam," jelasnya.
Para musyrif dan musyrifah MSAA UIN Malang telah dilatih untuk menjadi konselor yang artinya telah mampu mengatasi keluh kesah para mahasantri baru. Izzudin juga menanyakan kesiapan para mahasantri baru untuk mengikuti segala kegiatan Ma'had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang.
"Musyrif-musyrifah sudah dilatih untuk menjadi konselor. Artinya, musyrif dan musyrifah kita sudah bisa mampu minimal menjadi pendengar yang terbaik untuk mendengarkan keluh kesah Adik-adik semuanya. Untuk itu, saya ingin bertanya, tolong jawab dengan lantang. Sudah siap berlayar atau belum?," tutur Izzudin.
Secara lantang dan kompak, semua mahasantri baru menjawab "siap" dan ini menjadi tanda bahwa kegiatan ma'had telah dimulai dengan semangat dan antusiasme seluruh maba tahun ajaran baru 2026/2027.(*)