KETIK, MALANG – Upaya komitmen Zero Halinar (anti handphone, pungutan liar, dan narkoba) di Lapas Kelas I Malang terus digencarkan. Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengatakan, akan memperkuat dan memperketat sistem pengawasan terutama pada akses keluar masuk lingkungan lapas.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah perubahan mekanisme kunjungan. Ke depan, seluruh pihak yang masuk diwajibkan melalui pos pemeriksaan dengan pengawasan lebih ketat. 

"Skema ini dirancang untuk memastikan tidak ada lagi barang terlarang yang lolos ke dalam lapas. Sehingga, pembinaan warga di dalam lapas bisa berjalan dengan optimal," jelasnya, Kamis, 23 April 2026. 

Selain pembenahan sistem, Christo juga menyoroti pentingnya disiplin petugas sebagai garda terdepan pengamanan. Ia menilai, celah pelanggaran kerap muncul akibat lemahnya kontrol internal. 

Oleh karenanya, peningkatan kedisiplinan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pengawasan yang sedang dibangun. Dirinya pun akan menggencarkan peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) baik karyawan maupun petugas serta warga binaan.

Baca Juga:
Ikrar Zero Halinar, Kepala Rutan Situbondo Tegaskan Tak Ada Toleransi Terhadap Pelanggaran

"Peningkatan SDM ini tidak hanya menyasar warga binaan, juga berlaku bagi seluruh petugas. Saya bersama dengan pejabat struktural yang ada, tengah menyiapkan inovasi dan proses upgrading SDM dan pembangunan berlangsung sekitar tiga bulan ke depan," ungkapnya. 

Sosok pria yang memiliki motto 'Sorry Gue Beda' ini juga menegaskan, bahwa tidak ada toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran di lingkungan lapas. Namun di sisi lain, ia juga menyiapkan reward bagi petugas dan karyawan yang teladan serta bisa melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. 

"Kami telah mencanangkan Program Bulan Membangun SDM, yang akan dimulai sejak 1 Mei 2026 hingga tiga bulan ke depan untuk membekali petugas dengan pemahaman teknis dan penguatan pola pikir kerja," pungkasnya.

Melalui kombinasi pengetatan sistem dan peningkatan kapasitas SDM, Christo pun berharap fungsi pemasyarakatan dapat berjalan optimal. Khususnya, dalam menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari praktik ilegal sekaligus mendukung pembinaan warga binaan secara maksimal. (*)

Baca Juga:
Kota Malang Cetak Sejarah, Jadi Daerah Pertama di Jatim Raih 100 Persen STBM