Pidato Guru Besar: Mantan Mendikbud Muhadjir Effendy Soroti Kembali Program-Programnya

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

13 Feb 2025 12:17

Thumbnail Pidato Guru Besar: Mantan Mendikbud Muhadjir Effendy Soroti Kembali Program-Programnya
Mantan Mendikbud RI, Muhadjir Effendy saat pidato Guru Besar. (Foto: tangkapan layar Youtube Universitas Negeri Malang)

KETIK, MALANG – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy membacakan pidato Guru Besarnya, Kamis 13 Februari 2025 di Universitas Negeri Malang (UM). 

Dalam pidatonya, ia melakukan kilas balik dan juga refleksi program kerjanya di Kabinet Kerja dan Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). 

Muhadjir sendiri telah memperoleh jabatan akademik sebagai guru besar pada 10 tahun yang lalu. Namun karena kesibukannya sebagai Menteri, membuatnya baru dapat menyampaikan pidato hari ini. 

"Berbeda dengan lazimnya pidato guru besar, pidato saya kurang memiliki pretensi ilmiah. Akan tetapi, lebih merupakan risalah tentang jejak-kebijakan yang saya lakukan dalam menerjemahkan visi Presiden Joko Widodo," ujarnya. 

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Muhadjir mendapat arahan dari mantan Presiden Joko Widodo untuk merealisasikan tiga prioritas. Mulai dari memperkuat pendidikan karakter, mempercepat implementasi Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Percepatan Program Indonesia Pintar salah satu hal yang perlu dilaksanakan. Falsafah yang mendasari program ini adalah upaya pemerataan pendidikan, baik dalam ranah kualitas maupun kuantitas," lanjutnya. 

Kebijakan tersebut memunculkan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Sistem Zonasi dalam Penerimaan Siswa Baru.

Disebutkan bahwa hingga Maret 2024, ada 9,7 juta siswa SD hingga SMK menerima dana bantuan PIP. Pemerintah juga menyediakan anggaran Rp13,4 triliun untuk diberikan kepada 18,6 juta siswa penerima PIP. 

Baca Juga:
Hadirkan Opic, Konser Kemanusiaan LMI Galang Kepedulian untuk Palestina di UM

"Jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2023, jumlah ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yakni sebesar Rp9,1 triliun dengan siswa sasaran sebanyak 18,1 juta siswa di semua Jenjang pendidikan," terangnya. 

Muhadjir mengakui kebijakan zonasi yang ia cetus menimbulkan kontroversi di masyarakat. Banyak yang menilai sistem tersebut terkesan anti sekolah unggul dan tidak memotivasi anak-anak menggapai prestasi. 

"Sistem PPDB Zonasi tidak pernah ada niat anti sekolah unggulan. Kemendikbud berusaha agar semua sekolah memiliki kualitas layanan setara. Sekolah yang sudah berkembang diberikan kebebasan mengembangkan diri dan meningkatkan kualitasnya," tuturnya. 

Muhadjir menambahkan program yang telah dijalankan itu untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satu sorotannya ialah melepaskan diri dari middle income trap. 

"Dalam Indonesia emas 2045 dapat diwujudkan dengan inovasi lokal melalui pendidikan tinggi dan riset di sejumlah sektor strategis seperti energi terbarukan, digitalisasi dan teknologi hijau. Keseimbangan kreasi, preservasi dan destruksi harus terjadi," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Kemeriahan Cap Gomeh di Surabaya, Simbol Kerukunan dalam Keberagaman

Baca Selanjutnya

Sukseskan Program Transisi Energi, PLN Dapat Dana Hibah Senilai 6,5 Juta Euro di Peluncuran IETF

Tags:

Mendikbud RI muhadjir effendy Pidato Guru Besar Guru Besar UM Universitas Negeri Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar