Petugas SPBU di Camplong Sampang Jadi Korban Penganiayaan, Begini Kronologinya

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Mustopa

20 Okt 2025 19:24

Thumbnail Petugas SPBU di Camplong Sampang Jadi Korban Penganiayaan, Begini Kronologinya
Pardi dan Saudi saat ke Polres Sampang terkait kasus penganiayaan (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)

KETIK, SAMPANG – Seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi korban penganiayaan brutal pada Senin, 20 Oktober 2025 dini hari. Korban bernama Hairuddin (29), warga Dusun Gung Dalem, Desa Banjar Talelah, Kecamatan Camplong.

Penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di SPBU 5469206 yang terletak di Jalan Raya Camplong, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong. Pelaku adalah Mat Jari, yang juga merupakan warga Kecamatan Camplong, bersama beberapa rekannya.

Peristiwa penganiayaan ini terekam dalam sebuah video yang kemudian tersebar luas di media sosial.

Menurut keterangan Ahmad, rekan kerja korban yang berada di lokasi saat kejadian, insiden bermula ketika Mat Jari hendak mengisi bahan bakar, namun barcode kendaraan miliknya tidak dapat dipindai oleh sistem. Hal tersebut memicu kemarahannya.

Baca Juga:
Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

"Dia marah-marah sambil berkata kebiasaan dipakai kok nggak bisa dipakai. Setelah itu, dia langsung mengeluarkan pisau dan menantang carok," ujar Ahmad.

Hal senada diungkapkan Pardi, rekan kerja lainnya. Ia menyebut bahwa setelah bersitegang dengan Hairuddin, Mat Jari sempat bertanya kepada istri korban terkait tuduhan bahwa dirinya sedang dalam pengaruh minuman keras.

"Setelah itu, dia marah, terlibat cekcok dengan korban soal siapa yang mabuk, lalu menantang carok. Tak lama, dia menelepon rekannya, lalu sempat berpisah dari korban," kata Pardi kepada Ketik.com, Senin, 20 Oktober 2025.

Menurutnya, Mat Jari sempat masuk ke dalam mobil dan terlihat hendak meninggalkan lokasi. Namun sebelum menyebrang, rekan yang ia hubungi datang bersama dua orang lainnya, salah satunya membawa senjata api rakitan dan dua lainnya membawa celurit.

Baca Juga:
Pertamina Umumkan Tak Ada Penyesuaian Harga BBM per 1 April 2026

"Mereka langsung menyerang Hairuddin. Senjata api sempat ditembakkan dua kali tapi tidak mengenai sasaran. Hairuddin dibacok di bagian kepala belakang, lengan kanan dan kiri, serta punggung tangan kanan," ungkapnya.

Pardi menambahkan, pemilik SPBU, Saudi, sempat datang ke lokasi dan berupaya melindungi korban dengan berdiri di depannya, hingga para pelaku akhirnya mundur.

"Tiga orang yang menyerang, satu membawa pistol, dua lainnya bersenjata celurit," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya kejadian penganiayaan tersebut. Menurutnya, tindakan para pelaku dilakukan secara terencana.

"Pelaku menggunakan senjata tajam jenis celurit dan menyabetkan ke tubuh korban hingga menyebabkan luka berat," ujarnya.

AKP Eko juga menyatakan bahwa kasus ini tengah dalam proses penyidikan. Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 353 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, subsider Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan satu kaus warna biru kombinasi merah dan satu celana jeans warna biru yang terdapat bercak darah, diduga milik korban.

"Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sampang," pungkasnya.(*)

 

Baca Sebelumnya

Rektor UB Sebut Tantangan Pengelolaan Wakaf untuk Pendidikan Tinggi

Baca Selanjutnya

Bocah Enam Tahun di Mesuji Ternyata Sudah Dua Kali Dirantai Orang Tuanya

Tags:

Petugas SPBU Camplong SPBU penganiayaan Barcode BBM

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

14 April 2026 09:00

Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

14 April 2026 06:00

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

13 April 2026 11:44

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

12 April 2026 23:06

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

12 April 2026 22:47

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

11 April 2026 23:30

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar