Peternakan Itik Petelur di Kendal Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga

Jurnalis: Dian Wisnu Ardi
Editor: Muhammad Faizin

13 Jan 2026 09:40

Thumbnail Peternakan Itik Petelur di Kendal Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga
Ratusan itik petelur sedang diberikan pakan pendamping tinggi protein. (Foto: Dian Wisnu Ardi/Ketik.com)

KETIK, KENDAL – Upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional turut ditopang oleh peran peternakan rakyat. Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sektor peternakan itik petelur yang dikelola secara mandiri terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang perekonomian keluarga.

Di wilayah pesisir Dukuh Larangan, Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari, seorang peternak lokal bernama Suwandi secara konsisten mengembangkan usaha peternakan itik petelur. Usaha tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga berperan menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat sekitar.

Suwandi mengelola peternakan itik petelur dengan pendekatan yang disiplin dan berkelanjutan. Ia memfokuskan pengelolaan pada kualitas lingkungan kandang dan pemenuhan pakan agar produktivitas tetap terjaga, terutama karena lokasi peternakan berada di kawasan pesisir yang rawan perubahan cuaca ekstrem.

Menurutnya, kebersihan kandang dan kestabilan asupan pakan menjadi faktor utama untuk mencegah stres pada itik. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap jumlah produksi telur yang dihasilkan setiap hari.

Baca Juga:
Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

"Setiap hari saya harus pastikan kondisi kandang tetap kering dan pakan tercukupi supaya produksi telur tetap stabil di angka 80 persen," ungkap Pak Suwandi.

Meski menjalankan usaha dengan penuh komitmen, Suwandi mengakui peternakan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menyebut persoalan permodalan dan keterbatasan akses pasar menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha.

"Kalau untuk semangat, saya pelaku usaha peternak di sini luar biasa, Mas. Tapi jujur saja, kendala utama kami ada di modal usaha. Harga pakan sering naik, sementara modal kami terbatas untuk pengembangan. Selain itu, jangkauan pasar kami masih sempit, seringkali hanya berputar di pengepul kecil sehingga harga di tingkat peternak sulit bersaing," imbuh Pak Wandi yang namanya akrab disapa masyarakat sekitar.

Suwandi berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada peternak kecil. Ia menilai dukungan tersebut penting agar peternak rakyat mampu bertahan dan berkembang di tengah fluktuasi harga pakan dan persaingan pasar.

Baca Juga:
Selesaikan Tunggakan Ratusan Juta, SPPG Protomulyo Kendal Ajukan Izin Operasional ke BGN

Ia juga berharap adanya pendampingan teknis serta pembukaan akses pasar yang lebih luas. Menurutnya, apabila hasil produksi telur dari Desa Sendangsikucing dapat langsung masuk ke pasar ritel yang lebih besar tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang, kesejahteraan peternak akan meningkat dan ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat.

Baca Sebelumnya

Jarang Dipasang, Nasib Yann Motta di Arema FC Jadi Tanda Tanya

Baca Selanjutnya

BPKB Hilang Milik Kendaraan Dinas Kepala OPD hingga Ambulans dan Mobil Jenazah

Tags:

ketahanan pangan Kendal Itik petelur Peternak lokal

Berita lainnya oleh Dian Wisnu Ardi

Atasi Dampak Rob, Ranting Pemuda Pancasila Kartikajaya Sumbang 20 Truk Tanah Uruk untuk Warga

14 April 2026 14:33

Atasi Dampak Rob, Ranting Pemuda Pancasila Kartikajaya Sumbang 20 Truk Tanah Uruk untuk Warga

Selesaikan Tunggakan Ratusan Juta, SPPG Protomulyo Kendal Ajukan Izin Operasional ke BGN

11 April 2026 14:20

Selesaikan Tunggakan Ratusan Juta, SPPG Protomulyo Kendal Ajukan Izin Operasional ke BGN

Hapus Sistem Open Dumping, Pemkab Kendal Siapkan Strategi Pengolahan Sampah Jadi Listrik dan Petasol

11 April 2026 14:09

Hapus Sistem Open Dumping, Pemkab Kendal Siapkan Strategi Pengolahan Sampah Jadi Listrik dan Petasol

Siapkan Generasi "Melek" AI, Polres Kendal Luncurkan Pilot Project AI Ready ASEAN

10 April 2026 07:30

Siapkan Generasi "Melek" AI, Polres Kendal Luncurkan Pilot Project AI Ready ASEAN

Buntut Tunggakan ke Pemasok, Badan Gizi Nasional Segel Sementara SPPG Protomulyo I Kendal

9 April 2026 11:25

Buntut Tunggakan ke Pemasok, Badan Gizi Nasional Segel Sementara SPPG Protomulyo I Kendal

Lautan Manusia Padati Syawalan Kaliwungu 2026, Polisi Siaga di Titik Krusial

1 April 2026 19:11

Lautan Manusia Padati Syawalan Kaliwungu 2026, Polisi Siaga di Titik Krusial

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar