Petani Bondowoso Keluhkan Harga Pupuk Subsidi Tak Kunjung Turun

Jurnalis: Haryono
Editor: Rahmat Rifadin

22 Nov 2025 20:57

Thumbnail Petani Bondowoso Keluhkan Harga Pupuk Subsidi Tak Kunjung Turun
Gambar Ilustrasi kios yang menjual harga pupuk subsidi di Kabupaten Bondowoso. (Foto: Ilustrasi/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Sejumlah petani di Kabupaten Bondowoso kembali menyuarakan keresahan mereka terkait harga pupuk subsidi yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), meski pemerintah pusat telah resmi menurunkan harga sejak 22 Oktober 2025.

Dalam aturan terbaru, pupuk subsidi seharusnya dijual dengan harga yang jauh lebih rendah, yakni Urea Rp 1.800 per kilogram, NPK Phonska Rp 1.840 per kilogram, NPK Kakao Rp 2.640 per kilogram, pupuk organik Rp 640 per kilogram, serta pupuk ZA khusus tebu Rp 1.360 per kilogram.

Ketetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 117/Kpts./SR.310/M/10/2025.

Namun, di lapangan harga masih jauh dari ketentuan. Petani berinisial DY, warga Desa Tangsilkulon, Kecamatan Tenggarang, mengungkapkan bahwa harga pupuk NPK Ponska yang ia beli sekitar dua pekan lalu masih berada di angka Rp 240 ribu per kwintal.

Baca Juga:
Sunmori Harlah PMII, Cak Udin: Perkuat Kebersamaan Sambil Kenalkan Wisata Kota Batu

Bahkan, saat mencoba membeli di kios berbeda lima hari lalu, harganya justru naik menjadi Rp 280 ribu per kwintal.

“Malah dikasih Rp 280 ribu satu kwintal,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (22/11/2025).

Melihat kondisi yang tak kunjung membaik, DY mengaku langsung melaporkan persoalan tersebut kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman melalui nomor WhatsApp yang beredar di media sosial.

Menurutnya, keluhan serupa juga disampaikan sejumlah petani lain, dengan harga pupuk bervariasi antara Rp 220 ribu hingga Rp 280 ribu per kwintal.

Baca Juga:
UAS: Keteladanan Orang Tua, Kunci Anak Cintai Allah

Keluhan serupa datang dari DH, petani Desa Sumberanyar, Kecamatan Jambesari Darussholah.

Ia mengatakan harga pupuk Urea di kios wilayahnya masih tetap Rp 300 ribu per kwintal, dengan alasan stok lama. Bahkan, disebutkan harga baru akan menyesuaikan pada Januari atau Februari 2026.

“Rata-rata alasannya stok lama. Padahal di Jember sudah normal Rp 180 ribu per kwintal,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski harga belum turun, para petani terpaksa tetap membeli pupuk karena kebutuhan musim pemupukan. Laporan pun telah ia sampaikan kepada penyuluh pertanian, namun belum ada tindak lanjut.

Sementara itu, petani lain berinisial F dari Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer, mengaku belum menerima laporan langsung dari petani setempat. Meski demikian, ia meminta pemerintah melakukan sosialisasi terbuka agar harga jelas dan tidak menimbulkan kebingungan.

“Perlu ada musyawarah antara kios, pemerintah desa, dan petani. Jadi semua tahu berapa harga yang seharusnya,” ujarnya.

Menanggapi maraknya keluhan petani, Sekretaris Daerah Bondowoso yang juga Ketua KP3, Fathur Rozi, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan sosialisasi ke sejumlah kios, distributor, dan kelompok tani.

“Sudah monev kemarin di beberapa titik,” katanya.

Fathur Rozi menegaskan bahwa alasan kios yang menyebut masih menggunakan stok lama tidak dapat dibenarkan, karena produsen pupuk telah memberikan kompensasi terkait perubahan harga.

“Tidak bisa dibenarkan. Kalau menjual di atas HET, kami akan beri teguran,” tegasnya.

Ia menambahkan, KP3 akan terus memperketat pengawasan di lapangan demi memastikan harga pupuk sesuai ketentuan dan tidak merugikan petani. (*)

Baca Sebelumnya

Para Inseminator Sumenep Siap Hadiri Gerakan Serentak Pelayanan IB

Baca Selanjutnya

Ribuan Penari Tumpah Ruah! Wabup Sleman Ikut Njoged di Festival Hari Jadi Hargobinangun

Tags:

Pupuk Subsidi Bondowoso Kios Jual Pupuk Subsidi di atas HET KP3 Bondowoso

Berita lainnya oleh Haryono

Tak Hanya Seremoni, Harlah Ke-66 PMII Bondowoso Gaungkan Kebangkitan Gerakan Sosial

18 April 2026 14:23

Tak Hanya Seremoni, Harlah Ke-66 PMII Bondowoso Gaungkan Kebangkitan Gerakan Sosial

Perdagangan Orang Terendus di Bondowoso, Polisi Amankan Tiga Tersangka dan Sita Mobil Pengangkut

18 April 2026 13:19

Perdagangan Orang Terendus di Bondowoso, Polisi Amankan Tiga Tersangka dan Sita Mobil Pengangkut

Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bondowoso Dibongkar Polisi

17 April 2026 19:46

Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bondowoso Dibongkar Polisi

Dari Data ke Aksi: Bondowoso Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan

16 April 2026 15:33

Dari Data ke Aksi: Bondowoso Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan

Krisis Energi Disikapi Aksi Nyata, UIN KHAS Jember Gaungkan Satu Hari Tanpa BBM

16 April 2026 15:25

Krisis Energi Disikapi Aksi Nyata, UIN KHAS Jember Gaungkan Satu Hari Tanpa BBM

UIN KHAS Jember Gelar Temu Alumni Akbar, Ribuan Lulusan Siap Bersatu Dorong Kampus Berdampak

16 April 2026 15:07

UIN KHAS Jember Gelar Temu Alumni Akbar, Ribuan Lulusan Siap Bersatu Dorong Kampus Berdampak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda