KETIK, BOJONEGORO – Anggota DPRD Jawa Timur, Dr. H. Fredy Purnomo, S.H., M.H., mengajak masyarakat terus menjaga nilai toleransi, keberagaman, dan persatuan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Ajakan itu disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Toleransi dan Keberagaman di MCM Hotel Wisata Jalan Pemuda  Bojonegoro, Minggu, 12 Juli 2026.

Fredy  Dalam san butannya,mengatakan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keberagaman telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2018. Menurutnya, Jawa Timur harus menjadi daerah yang menjunjung tinggi nilai kebinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.

"Perbedaan itu hal yang biasa. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga makna kebinekaan. Jangan sampai kita terjebak pada ego karena perbedaan suku, agama, maupun golongan," ujar Fredy.

Ia mengingatkan Indonesia memiliki ribuan pulau, ratusan suku bangsa, serta enam agama yang diakui negara. Keragaman tersebut, kata dia, merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama, bukan menjadi sumber perpecahan.

Baca Juga:
Ribuan Jemaah Haji Bojonegoro Gelar Syukuran, Doakan Pemimpin dan Kemajuan Daerah

Di era digital saat ini, Fredy juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi.

"Begitu mudah kita menerima informasi dan begitu mudah pula menyebarkannya. Karena itu, mari kita utamakan informasi yang positif dan jangan mudah terprovokasi," katanya.

Politikus yang berasal dari daerah pemilihan Bojonegoro-Tuban itu mengaku bangga dapat terus dipercaya masyarakat hingga empat periode menjadi anggota DPRD Jawa Timur.

Menurutnya, setelah terpilih menjadi wakil rakyat, seluruh perbedaan pilihan politik harus ditanggalkan demi kepentingan bersama.

Baca Juga:
Hadir di Bojonegoro, DPRD Jatim Freddy Poernomo Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman

"Kalau sudah menjadi anggota DPRD, sekat-sekat partai politik harus kita tinggalkan. Yang paling penting adalah seduluran, saling menyapa, dan bersama-sama membangun daerah," ucapnya.

Fredy juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar cita-cita mewujudkan daerah yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan dapat terus diwujudkan.

Seusai kegiatan, Fredy mengatakan sosialisasi seperti ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.

"Kami rutin turun ke masyarakat melalui kegiatan reses maupun sosialisasi. Kami hadir untuk menyapa masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah tanpa membawa sekat-sekat politik," katanya kepada wartawan.

Sebagai kader Partai Golkar sekaligus akademisi, Fredy menegaskan pentingnya membangun sistem politik yang mengedepankan meritokrasi serta kaderisasi yang bersih dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

"Saya selalu mengedepankan aturan. Kebijakan yang dibuat harus berpihak kepada rakyat. DPR dan pemerintah hadir untuk melayani rakyat, bukan untuk dilayani," tegasnya.

Saat ditanya mengenai Pemilu 2029, Fredy memilih belum berbicara jauh. Menurutnya, yang lebih penting saat ini adalah seluruh pemangku kepentingan fokus menjaga stabilitas nasional dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Pemilu 2029 masih jauh. Saat ini yang harus dikedepankan adalah kepentingan negara dan rakyat. Jangan mengutamakan ego. Semangat reformasi adalah memperbaiki keadaan, bukan justru membuat keadaan semakin buruk," pungkasnya. (*)