KETIK, MALANG – Harga Pertamax yang naik hingga Rp16.250 per liter ikut menjadi perhatian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang telah melakukan strategi pasar. Pasalnya, kenaikan ini bisa berdampak pada tingkat hunian. Namun, saat ini belum menunjukkan efek yang signifikan, okupansi hotel di Kota Malang masih relatif normal.

Kenaikan harga BBM Pertamax tengah menjadi perbincangan hangat di seluruh Indonesia. Harga Pertamax yang mulanya Rp12.300 per liter mengalami kenaikan harga hingga Rp16.250. Ini bukan hanya memberikan dampak pada pengguna kendaraan bermotor, tetapi juga dapat mempengaruhi kenaikan harga bahan-bahan pokok.

Industri perhotelan kini juga mulai menyiapkan strategi pemasaran jika mengalami penurunan okupansi akibat kenaikan harga Pertamax. Namun, untuk saat ini, Agoes Basoeki, Ketua PHRI Kota Malang mengungkapkan okupansi masih relatif normal pada 60 hingga 70 persen. 

"Ini belum terdekat karena baru tadi ya, masih belum, masih normal. Cuman imbasnya bagi pengguna itu kan jadi kayak gitu ya, itu imbasnya ke daya beli termasuk tingkat dunia kita," ungkapnya.

Ia mengatakan kenaikan Pertamax masih belum terasa pada tingkat penjualan kamar. Ia masih akan melihat beberapa waktu kedepan, apakah kenaikan BBM ini berdampak pada okupansi atau tidak. Ia juga menyampaikan jika hotel di Kota Malang juga masih relatif aman.

Baca Juga:
Sempat Buron 2 Bulan, Pembobol Jok Motor Rp12 Juta di Malang Akhirnya Diciduk

Hal tersebut dikarenakan segala operasional hotel menggunakan bahan bakar solar yang saat ini tidak ada kenaikan harga. Meski demikian, Agoes Basoeki telah berkomunikasi dengan hotel lainnya untuk melihat perkembangan dari kenaikan harga Pertamax ini.

Menurutnya, kenaikan harga pertamax ini berdampak pada daya beli masyarakat yang nantinya akan berkurang. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada tingkat hunian di industri perhotelan. Namun, Agoes Basoeki selalu mengingatkan kepada anggota PHRI Kota Malang untuk menyikapi keadaan seperti ini dengan tenang.

"Sementara ini belum, nanti perkembangannya tak apa-apa ya. Sementara ini, teman-teman sudah masih bergeliat kayak biasanya. Tinggal menunggu ke depannya ini, gimana perkembangan. Jadi kalau kami, benar-benar teman-teman juga menyikapi dengan positif ya. Positif apa? Dengan kepala dingin, tidak panik ya," tutur Agoes Basoeki.

Tentunya ia bersama anggota PHRI Kota Malang akan berusaha mengatasi dan mencari solusi bersama jika semua hingga bahan-bahan pokok akan naik. Ketika bahan pokok di pasaran naik, harga hunian hotel juga akan naik dan ini menjadi tantangan bagi industri perhotelan untuk tetap bisa mencapai target.

Baca Juga:
Harga Pertamax Naik Mendadak, Antrean Pertalite di SPBU Madiun Mengular

Dengan kenaikan harga Pertamax, PHRI Kota Malang berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi dan tetap bisa menjaga kestabilan ekonomi Kota Malang. Sehingga, sektor pariwisata Kota Malang juga tetap stabil.

"Harapannya pemerintah bisa menyikapi, bisa mencari solusi supaya stabil. Harapannya kestabilan ini. Kestabilan masih bisa terjaga. Kemudian upaya-upaya pemerintah bagaimana melindungi rakyatnya," ujar Agoes Basoeki penuh harapan.(*)