KETIK, SURABAYA – Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai menggelar Pusat Latihan Daerah (Puslatda) yang dimulai Mei 2025 ini.
Ketua KONI Jatim, M. Nabil mengatakan Puslatda diprioritaskan untuk atlet yang telah meraih emas dan perak pada PON 2024 di Aceh-Sumatera Utara.
"Kami memprioritaskan atlet yang memiliki potensi mempertahankan medali emas dan meningkatkan perak menjadi emas," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat 9 Mei 2025.
Menurutnya pendekatan yang dilakukan KONI Jatim lebih efisien dan efektif saat Puslatda nanti.
Baca Juga:
Mundurnya Jadwal PON Beladiri 2026 Tak Ganggu Persiapan Atlet Muaythai JatimNabil melanjutkan, berdasarkan data ada 226 atlet yang meraih medali emas dan perak di PON 2024. Jumlah tersebut tidak langsung masuk Puslatda.
Contohnya balap sepeda, berlaku batas usia maksimal 21 tahun. Batasan ini memungkinkan atlet yang berprestasi di PON Aceh-Sumut mungkin tidak memenuhi syarat untuk PON 2028.
"Cabor dengan kriteria khusus seperti ini, seleksi akan dilakukan oleh pengurus cabang dengan pengawasan ketat dari KONI Jatim," tegasnya.
Atlet yang memenuhi syarat masuk Puslatda, juga tidak langsung melenggang. KONI Jatim melakukan tes fisik bagi atlet. Tahapan ini dilakukan untuk melihat kelayakan atlet mengikuti program Puslatda.
Baca Juga:
Demi Prestasi PON Bela Diri 2026, KONI Jatim Terapkan Virtual CoachingSementara beberapa cabor juga tidak bisa langsung ikut bergabung Puslatda, seperti sepak bola, bakset, dan voli. Menurut Nabil cabor-cabor tersebut baru akan menjalani Puslatda mendekati PON karena saat ini masih berkompetisi.
Sedangkan untuk atlet peraih medali perunggu tetap memiliki kesempatan, apabila menunjukkan performa.
"Apabila atlet perunggu bisa meningkatkan catatan prestasinya, mereka tetap berpeluang masuk Puslatda," pungkasnya. (*)