KETIK, LEBAK – Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak, Mastur Huda, menegaskan tema "Pers Kuat, Lebak Ruhay" pada peringatan Milad VII menjadi refleksi perjalanan tujuh tahun organisasi dalam menjaga peran pers di tengah dinamika daerah.
Menurut Mastur, tujuh tahun bukan waktu yang panjang, tetapi cukup untuk menunjukkan apakah sebuah organisasi mampu bertahan, tumbuh, dan memberi manfaat.
Jauh sebelum bernama Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak, organisasi ini dikenal sebagai Forum Kajian Wartawan Lebak (Forkawal). Pada 30 September 2019, organisasi tersebut berganti nama menjadi Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak sebagai bagian dari upaya memperkuat wadah berhimpun para wartawan.
Sejak awal, Pokja tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat berkumpul wartawan, melainkan ruang untuk membangun profesionalisme, solidaritas, kompetensi, dan etika jurnalistik. Termasuk menjadi tempat pembinaan bagi jurnalis muda agar memiliki idealisme dan menjalankan kerja jurnalistik sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.
"Kekuatan pers tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah wartawan atau banyaknya media. Pers yang kuat ditopang oleh wartawan yang memiliki kompetensi, bekerja berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan, dan memahami kepentingan publik," ujar Mastur, Rabu 30 September 2026.
Baca Juga:
Bulog Lebak-Pandeglang Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Juli-Agustus-September 2026 Tuntas 100 PersenSelama tujuh tahun, organisasi yang menaungi lebih dari 20 wartawan lokal dan nasional ini tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan internal, tetapi juga proaktif dalam kegiatan sosial, mulai dari pembagian paket sembako, pembangunan rumah tidak layak huni, hingga bantuan pembangunan pondok pesantren.
Di sisi lain, kontribusi Pokja yang tidak kalah penting berada pada ruang pemberitaan. Para jurnalis dituntut menghadirkan informasi yang edukatif, konstruktif, objektif, dan berimbang sebagai sarana masyarakat memahami persoalan dan mengawasi pembangunan.
Memasuki usia tujuh tahun, Pokja diibaratkan seperti anak yang mulai memasuki pendidikan dasar, yakni fase membangun karakter, memahami tanggung jawab, dan berani menyampaikan gagasan. Momentum ini harus menjadi penguat fondasi agar semakin solid, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Tema "Pers Kuat, Lebak Ruhay" juga bersinggungan dengan visi Lebak Ruhay yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Lebak: Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin. Pers dapat menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan dan mengawal nilai-nilai tersebut melalui pemberitaan yang mencerdaskan.
Baca Juga:
SPINDO Bangun Jaringan Pipa Air Bersih 2,1 Kilometer di Lebak"Pers Kuat, Lebak Ruhay menegaskan bahwa pers dan pembangunan daerah memiliki ruang masing-masing untuk berkontribusi. Pers mengawal melalui informasi, kritik, dan kontrol sosial," pungkasnya. (*)