KETIK, SITUBONDO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menggelar Forum Komunikasi Media Sekarkijang sebagai upaya memperkuat kolaborasi dengan insan pers dalam menyampaikan informasi kebijakan dan perkembangan ekonomi kepada masyarakat, Jumat, 19 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di TradiSea Room and Resto Kabupaten Situbondi ini, dihadiri wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Situbondo dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika serta narasumber dari BI Jember, OJK Jember, LPS Wilayah II Surabaya dan Kepala BPS Situbondo terselenggara dengan hikmad.
Forum ini menjadi wadah dialog strategis antara BI dan media di wilayah Sekarkijang yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Lumajang. Karena peran media sebagai mitra strategis dalam mendukung penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan konstruktif terkait kebijakan moneter, sistem pembayaran, pengendalian inflasi, serta pengembangan ekonomi daerah.
Melalui forum ini, BI Jember juga mendorong penguatan komunikasi publik yang efektif guna meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Sekarkijang.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan kemitraan antara BI Jember dan media massa sehingga informasi strategis yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi, digitalisasi keuangan, serta pemberdayaan UMKM dapat tersampaikan secara luas dan tepat kepada masyarakat.
Baca Juga:
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Gelar Situbondo Islamic CultureDeputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Myarnawati Savitri, dalam materinya mengupas tuntas tentang Peran Strategis Bank Indonesia sebagai Otoritas Moneter dalam Mendorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.
“Hingga Minggu ke-3 Juni 2026, sebagian harga komoditas utama di Kabupaten Situbondo terpantau meningkat terutama komoditas beras, aneka cabai, dan bawang merah. Namun demikian, komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras menunjukkan penurunan sebagai dampak dari terjaganya pasokan di tengah permintaan yang relatif menurun,” jelas Myarnawati Savitri.
Myarnawati Savitri menjelaskan, ekonomi Situbondo tetap tumbuh dengan dukungan konsumsi rumah tangga. Untuk pertumbuhan ekonomi Situbondo mencapai 5,50% (yoy) pada Triwulan I 2026 dan tetap menunjukkan kinerja yang positif. Dari sisi pengeluaran, ekonomi terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang mencapai 73,84% dari total PDRB. Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian dan industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.
“Pangsa pengeluaran PDRB Kabupaten Situbondo Triwulan I 2026, yakni Perubahan lnventori 0,35; Net Ekspor - 5,24; Pembentukan Modal Tetap Bruto 21,53; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah; 7,92; Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,60 dan; Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 73,84,” jelas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Myarnawati Savitri.
Baca Juga:
LBH Mitra Santri Situbondo Gandeng Kecamatan Asembagus Gelar Konsultasi Hukum GratisSelanjutnya, imbuh Myarnawati Savitri, Pangsa LU PDRB Kabupaten Situbondo Triwulan I 2026, yakni Informasi dan Komunikasi 5,50; Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 28,45; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 16,13; Konstruksi 6,09 dan; Industri Pengolahan 22,37.
Sementara itu, Bayu Permadi Jati Kepala Devisi, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Kelembagaan KPW LPS II memaparkan Arah Kebijakan Program Strategis LPS Tahun 2026, dan Haris Budiman Kepala OJK Jember memaparkan Arah Kebijakan dan Program Strategis OJK dalam Penguatan Sektor Jasa Keuangan tahun 2026 serta Ribut Hadi Candra Kepala BPS Situbondo memaparkan Peran BPS dalam Penyediaan Data Statistik untuk Mendukung Pemahaman Ekonomi Daerah. (*)