Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Terapkan Campuran Bioetanol E5 dan E10

Editor: Muhammad Faizin

21 Feb 2026 07:20

Thumbnail Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Terapkan Campuran Bioetanol E5 dan E10
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dua dari kiri di baris kanan) dalam jumpa pers di Washington DC, Amerika Serikat pada Jumat, 20 Februari 2026. (BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Meski sempat banjir kritikan, pemerintah tetap akan mempercepat kebijakan pencampuran bioetanol dalam bahan bakar minyak melalui skema E5 dan E10 sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Langkah tersebut ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat, 20 Februari 2026.

“Salah satu strategi untuk kita mendorong ketahanan energi dan kedaulatan energi kita adalah kita akan menerapkan bagian daripada bensin kita akan campur dengan etanol mandatori,” ujar Bahlil.

 

Dorong Usaha Baru di Sektor Energi

Baca Juga:
Pemerintah Buka Investasi AS di Sektor Mineral Kritis, Tetap Prioritaskan Hilirisasi

Pemerintah tidak hanya membidik aspek ketahanan energi, tetapi juga ingin menggerakkan roda ekonomi domestik melalui kebijakan mandatori bioetanol. Bahlil menegaskan, penerapan E5 dan E10 membuka peluang usaha baru di sektor energi berbasis bahan baku dalam negeri.

“Tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah mendorong tumbuhnya industri turunan bioetanol sekaligus memperluas rantai pasok energi nasional. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni.

 

Baca Juga:
Implementasi Kesepakatan Prabowo–Trump, Indonesia Alokasikan USD15 Miliar untuk Pembelian Energi AS

Impor Sementara hingga Produksi Nasional Siap

Terkait perjanjian perdagangan timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat mengenai impor bioetanol, Bahlil menjelaskan bahwa impor tetap dimungkinkan selama produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Namun sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk di impor dari Amerika, sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi,” ucapnya.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan impor bersifat sementara dan menjadi solusi transisi menuju kemandirian produksi etanol nasional.

 

Manfaat Tarif Nol Persen bagi Industri

Dalam pelaksanaannya, pemerintah memanfaatkan fasilitas tarif masuk 0 persen untuk impor etanol. Skema ini dinilai menguntungkan karena mampu menekan harga bahan baku sehingga lebih kompetitif bagi industri dalam negeri.

“Kalau kita masuknya dengan tarif 0 persen ke negara kita, berarti kan harus lebih murah dong. Ini kan menguntungkan kita sebenarnya. Kita melakukan impor dari sini, tarifnya masuk 0 persen, harganya lebih murah sehingga industri kita lebih kompetitif dalam memakai bahan baku daripada etanol,” jelasnya.

Bahlil menambahkan, etanol tidak hanya digunakan sebagai campuran bahan bakar, tetapi juga menjadi komponen penting dalam berbagai sektor industri. Dengan biaya bahan baku yang lebih efisien, pelaku industri dapat menekan ongkos produksi dan meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Melalui kebijakan mandatori bioetanol E5 dan E10, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus memperluas basis industri dalam negeri secara berkelanjutan. (*)

Baca Sebelumnya

On Fire, Senam Trenggalek Siap Tambah Medali Emas di Porprov 2027, Ini Syaratnya

Baca Selanjutnya

Implementasi Kesepakatan Prabowo–Trump, Indonesia Alokasikan USD15 Miliar untuk Pembelian Energi AS

Tags:

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Campuran Bioetanol Ketahanan Energi Nasional

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

16 April 2026 08:00

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

16 April 2026 06:58

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

16 April 2026 05:50

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H