Perkelahian Dua Saudara di Jember, Kakek 67 Tahun Tewaskan Tetangga Diduga karena Warisan

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

26 Jan 2026 15:30

Headline

Thumbnail Perkelahian Dua Saudara di Jember, Kakek 67 Tahun Tewaskan Tetangga Diduga karena Warisan
Polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian dan telah melakukan olah TKP. (Foto: Polsek Kalisat)

KETIK, JEMBER – Perkelahian berdarah antara dua tetangga yang masih memiliki hubungan keluarga terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Insiden tragis tersebut melibatkan dua saudara dan berujung pada tewasnya satu orang, sementara terduga pelaku diketahui merupakan seorang kakek berusia 67 tahun. Konflik ini diduga kuat dipicu persoalan sengketa tanah warisan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 26 Januari 2026 sekitar pukul 05.00 WIB di Dusun Krajan II, RT 009 RW 003, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat. Korban bernama Sumarsono (52), warga setempat, meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat serangan senjata tajam.

Terduga pelaku berinisial BD (67), yang diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban dan tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, perselisihan antara korban dan pelaku telah berlangsung cukup lama. Konflik tersebut diduga berkaitan dengan sengketa lahan warisan serta akses jalan menuju rumah pelaku. Bahkan, persoalan ini disebut sempat dimediasi oleh pemerintah desa beberapa hari sebelum kejadian.

Baca Juga:
Tusuk Pemilik Kos di Kedungkandang Malang, Ayah dan Anak Diamankan Polisi!

Salah satu tetangga korban berinisial CT (37) membenarkan adanya perkelahian tersebut. Ia menyebut konflik antara keduanya sudah pernah dimediasi di kantor desa, namun kembali memanas.

“Betul, betul sekali ada carok pagi tadi. Katanya sih soal sengketa tanah. Bahkan kabarnya, Sabtu kemarin itu sudah dimediasi di kantor desa sama pak kades, sudah damai-damai katanya. Tapi kok ada masalah lagi,” ujar CT saat ditemui di kediamannya.

CT juga menegaskan bahwa korban dan pelaku masih satu keluarga dan bertetangga dekat. “Padahal mereka itu masih saudara. Saya kurang tahu saudara dari pihak mana, tapi masih keluarga. Rumahnya juga berdekatan,” ucapnya.

Menurut keterangan warga, kejadian bermula saat korban sedang menyapu halaman rumahnya pada pagi hari. Tiba-tiba pelaku mendatangi rumah korban dan langsung menyerang menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Baca Juga:
Perkembangan Penyelidikan Polres Jember soal Ledakan di Masjid: Sumber Bahan Kimia Masih Misterius

“Katanya kena ke tangan dan punggungnya karena sempat menangkis. Terus korban lari berusaha kabur,” jelas CT.

Dalam kondisi terluka, korban berupaya menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumah Ketua RW setempat sambil meminta pertolongan. Namun pelaku terus mengejar korban sejauh kurang lebih 100 meter.

“Korban terus dikejar dari rumahnya sampai ke rumah warga,” lanjut CT.

Setibanya di halaman rumah Ketua RW, pelaku kembali mengayunkan senjata tajam dan mengenai bagian perut korban. Korban akhirnya terkapar dan tidak mampu melanjutkan perlawanan.

“Korban akhirnya jatuh di teras rumah warga karena sudah tidak kuat. Pelaku memang sudah membawa celurit dari awal,” ungkap CT.

Warga yang melihat kejadian tersebut segera melerai dan mengamankan pelaku. Sementara itu, korban langsung dilarikan ke RSD dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, akibat luka berat yang diderita, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

“Korban dibawa ke rumah sakit, tapi kabarnya meninggal dan sekarang masih di rumah sakit, belum dipulangkan,” tambah CT.

“Untuk pelaku sudah diamankan polisi, di Polsek Kalisat,” imbuhnya.

Camat Kalisat, Nuryadi, membenarkan adanya peristiwa perkelahian yang berujung kematian tersebut. Ia menyebut aparat desa telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Pelaku sudah diamankan polisi. Kepala desa setempat juga sudah berkoordinasi dengan saya. Untuk korban masih di rumah sakit. Selanjutnya kami koordinasikan dengan Kapolsek Kalisat,” ujar Nuryadi.

Sementara itu, Polsek Kalisat bersama Satreskrim Polres Jember masih melakukan pendalaman kasus. Kasatreskrim Polres Jember AKP Angga Riatma melalui KBO Reskrim Iptu Dwi Sugiyanto menyatakan proses gelar perkara masih berlangsung.

“Untuk kejadian tersebut masih kami lakukan gelar perkara bersama Kapolsek Kalisat. Pelaku sudah diamankan, perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” kata Dwi saat dikonfirmasi di Mapolres Jember. (*)

Baca Sebelumnya

Heli Suyanto: Karang Taruna Harus Jadi Motor Penggerak Wirausaha Pemuda Kota Batu

Baca Selanjutnya

Cemburu Panggilan Telepon, Suami di Pujon Malang Tega Bacok Istri

Tags:

perkelahian saudara carok jember sengketa warisan pembunuhan jember kakek 67 tahun konflik keluarga senjata tajam desa glagahwero Kecamatan Kalisat polres jember

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend