KETIK, JEMBER – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) disambut antusias oleh berbagai sekolah dasar di penjuru Jember. Hal ini terlihat dari matangnya persiapan para siswa peserta ajang tersebut. 

Mereka giat berlatih demi bisa tampil maksimal dalam FLS3N tingkat Kabupaten Jember. Sejumlah peserta bahkan berlatih selama sekitar satu bulan untuk menghadapi ajang tingkat kabupaten tersebut.

Guru SD Purwoasri 3 Kecamatan Gumukmas, Flavia Brenda Sheila Anam, mengaku persiapan dilakukan secara intensif bersama para siswa yang mewakili sekolahnya dalam FLS3N tingkat Kabupaten Jember.

“Buat persiapan ngelatih anaknya, terus persiapan atribut yang dipakai, semuanya itu kurang lebih 1 bulan,” kata Flavia saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Flavia, antusiasme siswa dalam mengikuti FLS3N tahun ini sangat tinggi. Ia mengaku senang karena anak didiknya mendapat kesempatan tampil di ajang tingkat kabupaten setelah melewati seleksi di tingkat kecamatan.

Baca Juga:
Sertifikat Juara FLS3N Jember Bisa Jadi Nilai Tambah Masuk SMP Jalur Prestasi

“Kebetulan kan murid saya ada yang ikut lomba di sini. Kalau antusiasnya ya sangat antusias,” ujarnya.

Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Jember sendiri digelar mulai 18 hingga 20 Mei 2026. Dinas Pendidikan Kabupaten Jember memusatkan kegiatan tersebut di lingkungan Pondok Pesantren Al-Qodiri dan Aula Graha Wiyata Mandala Dispendik Jember.

Ajang tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) itu diikuti siswa SD sederajat kelas 3, 4, dan 5 dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jember.

Panitia membagi perlombaan dalam beberapa cabang seni dan sastra selama tiga hari pelaksanaan. Pada hari pertama, peserta mengikuti lomba menyanyi solo, mendongeng, dan menulis cerita. Hari berikutnya digelar lomba pantomim dan kriya, sedangkan hari terakhir mempertandingkan tari dan gambar bercerita.

Baca Juga:
FLS3N Jember 2026 Diikuti 310 Siswa, Dispendik Dorong Lahirnya Talenta Seni dan Sastra

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Tulus Wijayanto, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang tampil di tingkat kabupaten merupakan hasil seleksi dari masing-masing kecamatan.

 

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Tulus Wijayanto, saat diwawancarai Ketik.com pada Senin, 18 Mei 2026. (Foto: Fadli/Ketik.com)

 

"Nanti Kabupaten Jember ini memiliki perwakilan untuk berlaga di jenjang lebih tinggi yaitu provinsi. Jadi ketika di jenjang provinsi itu bisa berbicara Kabupaten Jember, maka bisa mewakili provinsi untuk ke tingkat nasional," tutur Tulus.

Ia juga menjelaskan bahwa ajang tersebut kini tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga sastra. Perubahan itu mulai diterapkan sejak 2025 dengan perubahan nama dari FLS2N menjadi FLS3N.

"Kalau dulu di tahun 2024 itu masih FLS2N. Baru di tahun 2025 kemarin ya, itu ada tambahan namanya FLS3N ya, yang singkatannya Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional. Ketambahan sastranya. Ada ketambahan nasional," ungkapnya.

Selain menjadi wadah kompetisi, FLS3N juga diharapkan mampu melahirkan talenta muda terbaik Kabupaten Jember yang nantinya dipersiapkan untuk bersaing di tingkat Provinsi Jawa Timur hingga nasional. (*)