KETIK, MALANG – Kepala Pusat Studi dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan (Pusdipwasbang) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Agustinus Ghunu mendorong Pemkot Malang untuk aktif mengawal percepatan pengusulan Hamid Rusdi sebagai pahlawan nasional. Terlebih, dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak agar percepatan terealisasi.
Menurutnya, dukungan pemerintah dibutuhkan dalam memfasilitasi koordinasi, penguatan dokumentasi, pelibatan akademisi dan ahli seharah hingga komuniasi dengan Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat. Untuk itu diperlukan pembagian tugas yang jelas dalam setiap tahap serta pemantauan berkala dalam proses pengusulan.
"Melalui Dinsos P3AP2KB Kota Malang, pemerintah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi terus mengawal prosesnya sampai seluruh tahapan dilalui sesuai ketentuan. Pemerintah daerah dapat menjadi penghubung dan fasilitator agar masyarakat, akademisi, sejarawan, dan seluruh pihak yang terlibat bergerak bersama,” ujarnya, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Diusulkannya Hamid Rusdi sebagai pahlawan nasional bukan sekadar memperoleh gelar kehormatan, melainkan melestarikan sejarah perjuangan. Identitas Kota Malang pun dapat diperkuat dalam mewariskan nilai-nilai patriotisme dan kebangsaan kepada generasi muda sebagai bagian dari edukasi.
“Penghargaan terhadap para pejuang harus diwujudkan melalui upaya nyata menjaga dan mewariskan sejarah perjuangan mereka. Kita berharap pengusulan Hamid Rusdi dapat dipersiapkan sebaik-baiknya, dikawal bersama, dan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” lanjutnya.
Baca Juga:
Dari Polisi Tidur hingga Trotoar: Mengapa Infrastruktur Kita Belum Ramah Perempuan?Menurutnya dalam upaya percepatan harus dilakukan dengan penelusuran arsip, dokumen perjuangan, foto, kesaksian pelaku atau saksi sejarah, dan sumber sejarah lainnya secara sistematis. Kronologi perjuangan dan jasa Hamid Rusdi juga harus disusun secara konsisten agar kontribusinya terhadap perjuangan bangsa dapat dijelaskan secara komprehensif dan dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai semangat kita besar, tetapi bukti sejarah dan dokumen pendukung belum dipersiapkan secara optimal. Karena itu, tim perlu segera menginventarisasi dokumen yang sudah tersedia, mengidentifikasi kekurangannya, memperkuat kajian sejarah, dan memastikan setiap tahapan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Dinsos P3AP2KB Kota Malang yang bersedia memfasilitasi sosialisasi Pengusulan Gelar Calon Pahlawan Nasional Almarhum Letkol Hamid Rusdi pada 23 Oktober 2026 lalu.
"Semangat tersebut harus diwujudkan dalam kerja nyata, terencana, dan berkelanjutan. Semua pihak perlu memiliki visi yang sama dan memahami peran masing-masing dan segera membentuk Tim Pengusul Gelar Pahlawan Nasional Hamid Rusdi yang akan mengurus semua proses pengusulan,” pungkasya.(*)