Penyerapan Anggaran Bansos Kurang Maksimal, Dinsos Kota Malang Tunggu Perwal Turun

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

22 Jun 2024 06:46

Thumbnail Penyerapan Anggaran Bansos Kurang Maksimal, Dinsos Kota Malang Tunggu Perwal Turun
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Kurang maksimalnya penyerapan anggaran bantuan sosial (bansos) Kota Malang hingga menjadi Silpa sempat menjadi sorotan. Diketahui hal tersebut disebabkan adanya regulasi yang menghambat. 

Pada APBD 2023 belanja daerah untuk bansos ditargetkan Rp21,498 miliar. Namun hanya terealisasi 56,82 persen atau sekitar Rp12,215 miliar. Padahal Kota Malang tengah berupaya untuk mendegradasi tingkat kemiskinan masyarakatnya. 

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito memberi tanggapan. 

Ia mengaku telah menyiapkan regulasi terkait penyerapan anggaran bansos. Namun akibat regulasi baru dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maka Peraturan Wali Kota (Perwal) harus ikut menyesuaikan.  

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

"Kami sedang menunggu perwal itu. Sebenarnya sudah turun, tapi karena ada regulasi baru jadi harus ke Kemendagri. Kami sudah siapkan lampirannya dan regulasinya," ujar Donny, Sabtu (22/6/2024). 

Barulah jika perwal sudah turun maka pencairan anggaran bansos yang tersisa dapat segera dilakukan. Untuk itu pemutakhiran data pun terus dilakukan setiap tiga bulan sekali. 

Menurut Donny hal tersebut agar penerima bansos telah sesuai dengan pengalokasian dalam APBD Kota Malang. Berdasarkan data  Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Malang memiliki 9.000 penerima bansos. 

"Bansos yang diterima adalah Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) yang disalurkan selama 12 bulan melalui Bank Jatim. Penerima bisa langsung mengambilnya di bank melalui bank Jatim," katanya.

Baca Juga:
Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

Hingga kini terdapat penurunan 5.000 penerima manfaat di Kota Malang. Dari jumlah awal 185.000 penerima, kini menjadi 180.000 penerima.  

"Ini juga karena aplikasi Penyusunan Data Kesejahteraan Sosial Kota Malang (PeDeKaTe SAM) milik Bappeda. Akhirnya kan bisa membantu penanganan kemiskinan itu lebih tepat sasaran," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Formalitas Beragama di Kalangan Generasi Muda

Baca Selanjutnya

Dua Nama Mendaftar Bacawali Kota Batu Melalui PKB

Tags:

dinsos malang bansos

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar