KETIK, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi mengakhiri masa dudanya. Pak Mbois, sapaan karibnya, resmi mempersunting Septhelena Maria Josepha, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Tanggal pernikahan Pak Mbois memiliki sejumlah makna jika ditilik melalui tradisi penanggalan Jawa.
Dalam tradisi Jawa, setiap hari memiliki watak dan karakteristik tersendiri. Salah satunya dapat dilihat melalui petung hari baik atau Kamarokam. Berdasarkan perhitungan tersebut, 31 Oktober 2026 jatuh pada Sabtu Legi, Mangsa Kalima, dan Wuku Watugunung.
Hari tersebut memiliki watak "Mantri Sinaroja". Sebuah gambaran yang dimaknai sebagai hari baik, dengan simbol pangkat berwibawa, tercapainya tujuan, dan kebahagiaan.
Jika dikaitkan dengan pernikahan, makna tersebut dapat dibaca sebagai harapan akan kehidupan rumah tangga yang bahagia, penuh kewibawaan, serta mampu mencapai tujuan bersama.
Baca Juga:
Intip Kebaya Pengantin Istri Baru Wali Kota Malang, Karya Desainer Lokal dengan Sentuhan MewahTanggal 31 Oktober juga masuk dalam Pranata Mangsa Kalima, yang berlangsung pada 14 Oktober hingga 9 November. Mangsa ini berada di bawah pengaruh Batara Asmara, yang dikenal sebagai dewa kesenangan dan keberuntungan.
Dalam penanggalan Jawa, Mangsa Kalima memiliki candra atau perlambang "Pancuran Emas Semawur Ing Jagat". Secara harfiah, ungkapan tersebut menggambarkan pancuran emas yang tersebar di bumi.
Emas dalam perlambang ini dapat dimaknai sebagai anugerah berharga. Sebuah simbol keberuntungan, kemakmuran, dan sesuatu yang bernilai dalam kehidupan.
Jika ditarik ke konteks pernikahan, perlambang tersebut bisa menjadi metafora tentang harapan hadirnya keberlimpahan dalam kehidupan bersama. Bukan semata-mata kekayaan materi, tetapi juga kebahagiaan dan keberkahan.
Baca Juga:
Masih Enggan Beberkan Profil Istri Baru, Wali Kota Malang: Nanti Dikenalkan Sambil JalanSementara itu, karakteristik tanggal 31 Oktober 2026 juga memuat empat unsur, yakni kekeluargaan, kestabilan keuangan, problem keluarga, dan komunitas.
Keempat unsur tersebut seolah menggambarkan dinamika kehidupan berumah tangga. Kekeluargaan dan komunitas menjadi fondasi hubungan sosial, sedangkan kestabilan keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kehidupan bersama.
Tentu saja, pembacaan petung hari baik ini merupakan bagian dari khazanah tradisi dan kepercayaan Jawa, bukan kepastian mengenai perjalanan rumah tangga seseorang.
Namun, di balik simbol-simbol tersebut, tanggal pernikahan Pak Mbois dan Septhelena Maria Josepha dapat dibaca sebagai rangkaian doa dan harapan. Mulai dari kebahagiaan, keberuntungan, kemakmuran, hingga kemampuan menjaga keutuhan keluarga.