KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut penjualan hewan kurban pada Iduladha 1447 H/2026 M mengalami peningkatan. Ia menyampaikan hal tersebut berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang yang sempat dikunjunginya.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Khofifah berada di Kabupaten Lamongan, tepatnya di Desa Banjarejo, Kecamatan Sukodadi. Pedagang hewan kurban mengaku memiliki 300 ekor ternak dan saat Iduladha sudah terjual 260 ekor.
“Katanya meningkat 30 persen dibandingkan dengan penjualan pada tahun 2025. Itu penjualan hari Senin. Belum lagi kemarin, hari Selasa. Pasti ada proses lagi karena penjualannya mereka juga sudah dilakukan secara online,” katanya saat ditemui media di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu, 27 Mei 2026.
Khofifah memprediksi penjualan hewan kurban akan terus meningkat, terlebih masih ada hari Tasyrik. Pada saat yang sama, menurutnya, peningkatan penjualan yang disampaikan para pedagang dipengaruhi oleh berkembangnya ekosistem digital.
Pembeli hewan kurban kini cukup melihat secara online, kemudian pedagang akan menyiapkan hingga mengirimkannya ke lokasi tujuan.
Baca Juga:
Kesehatan Hewan Kurban di Asahan Dicek Jelang Iduladha 1447 HPada kesempatan yang sama, Khofifah juga menceritakan banyak pedagang di Jawa Timur yang mengucapkan terima kasih karena mendapat dukungan langsung agar hewan kurban tetap sehat.
“Rata-rata mereka (pedagang) yang kami kunjungi, baik di Nganjuk, Mojokerto, Tuban, maupun Lamongan, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov melalui Dinas Peternakan karena ada vitamin dan vaksinasi PMK,” jelasnya.
Para pedagang, lanjut Khofifah, banyak yang meminta agar bantuan vaksin PMK dan vitamin terus dilanjutkan.
“Jadi PMK, penyakit mulut dan kuku ini, sesuatu yang sangat ditakutkan oleh para peternak, termasuk di daerah-daerah lain bahkan negara tetangga kita. Karena itu, kami melakukan langkah-langkah preventif semaksimal mungkin melalui vaksinasi dan pemberian vitamin untuk sapi dan ternak lain,” pungkasnya. (*)