KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih terus berlangsung, baik di 18 SR permanen maupun 14 SR rintisan sehingga data jumlah calon peserta didik belum final, mengingat proses pendataan dan penetapan masih berjalan di masing-masing kabupaten/kota.

"Penjaringan calon siswa SR masih terus berlangsung. Bersama SDM PKH dan Dinsos kabupaten/kota, kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama," ujarnya di Surabaya pada Kamis, 9 Juli 2026.

Pendampingan yang dilakukan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administrasi, tetapi juga memberikan informasi menyeluruh mengenai sistem pembelajaran, pola pengasuhan, pembinaan karakter hingga berbagai fasilitas yang akan diterima peserta didik selama menempuh pendidikan.

Sebagai bagian dari optimalisasi penjaringan, Kementerian Sosial (Kemensos) RI juga menginisiasi kegiatan Open House SR. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi calon siswa dan orang tua untuk mengenal lebih dekat sistem pendidikan yang diterapkan, sekaligus melihat secara langsung perkembangan peserta didik SR rintisan yang telah berjalan sejak tahun 2025.

“Pengalaman para orang tua siswa SR rintisan yang merasakan perubahan positif pada putra-putrinya juga turut dibagikan sebagai bentuk edukasi dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut,” ucap Khofifah.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Hadiri Peluncuran B50 oleh Presiden, Tegaskan Komitmen Dukung Akselerasi Transformasi Sektor Energi Nasional

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Restu Novi Widiani mengungkapkan hingga saat ini data calon siswa masih terus bergerak seiring proses penjaringan yang dilakukan di lapangan.

Setelah seluruh tahapan selesai, pemerintah daerah kabupaten/kota akan menetapkan secara resmi daftar calon siswa yang diterima di SR. "Kami optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya proses penjaringan dan pendampingan," katanya.

Harapannya, saat memasuki rangkaian cek kesehatan gratis, tes DNA, dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang direncanakan berlangsung pada 14-17 Juli 2026, kuota peserta didik yang telah ditetapkan dapat terpenuhi.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan SR Tahun Ajaran 2026/2027 di Jatim ditargetkan berlangsung di 28 lokasi yang terdiri atas 18 SR permanen dan 10 SR rintisan, dengan total 179 rombongan belajar. Daya tampung yang disiapkan mencapai 5.370 peserta didik, terdiri atas 1.680 siswa SD, 1.860 siswa SMP, dan 1.830 siswa SMA yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Baca Juga:
Bupati Jember: Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan, Siswa Dapat Laptop hingga Makan Gratis

Sementara, proses pembelajaran di 10 SR rintisan yang telah lebih dahulu beroperasi akan tetap berlangsung pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Kesepuluh SR tersebut meliputi SRMA 25 Lamongan dengan 72 siswa, SRT 5 Ponorogo sebanyak 110 siswa, SRT 7 Probolinggo 91 siswa, SRT 51 Bangkalan 83 siswa, SRT 49 Sumenep 82 siswa, SRMP 29 Pamekasan 50 siswa, SRMA 36 Bojonegoro 96 siswa, SRMP 14 Batu 149 siswa, SRMA 22 Malang 69 siswa, serta SRMP 15 Mojokerto 50 siswa. Dengan total keseluruhan sebanyak 852 siswa. (*)