KETIK, LUMAJANG –>Langkah efisiensi yang dilakukan Pemkab Lumajang benar-benar mampu menghemat anggaran dalam jumlah yang cukup besar. Sejak langkah efisiensi ini dilakukan sampai tanggal 24 Juli kemarin, Pemkab Lumajang secara nyata mampu menghemat anggaran sampai Rp1,5 Miliar.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lumajang, Sunyoto.
"Jadi, di bulan Juli sampai tanggal 24 kemarin kita bisa hemat sampai Rp1.512,95 juta atau Rp1,5 miliar," ujarnya di Lumajang, Senin (27/7/2026).
Menurut Sunyoto, efisiensi dilakukan melalui optimalisasi penggunaan listrik dan air, pengendalian penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas, penyesuaian perjalanan dinas sesuai kebutuhan, serta pengaturan belanja lembur aparatur secara lebih terukur.
Langkah tersebut diterapkan untuk memastikan setiap perangkat daerah menggunakan anggaran secara lebih efektif dan sesuai skala prioritas. Dengan demikian, pengelolaan keuangan daerah dapat berjalan lebih tertib, akuntabel, dan berorientasi pada pemanfaatan anggaran yang optimal.
Baca Juga:
Efisiensi Anggaran Dinilai Jadi Akar Masalah Fiskal Daerah, Program Baru Pemerintah Ikut DisorotData BPKAD menunjukkan realisasi belanja operasional pada sejumlah komponen hingga 24 Juli 2026 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebagai hasil penerapan langkah efisiensi. Pengendalian dilakukan pada penggunaan listrik dan air, BBM kendaraan dinas, perjalanan dinas, serta belanja lembur aparatur dengan tetap memperhatikan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan.
Sunyoto menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar mengurangi pengeluaran, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran dimanfaatkan secara tepat sasaran dan memberikan nilai manfaat yang optimal. Karena itu, seluruh perangkat daerah didorong terus membangun budaya kerja yang efektif, produktif, dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan.
Penerapan efisiensi belanja menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan
Melalui pengelolaan anggaran yang semakin cermat, pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program pembangunan sesuai prioritas serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.