Penggunaan Pupuk Organik Jadi Opsi di Tengah Minimnya Alokasi Pupuk Bersubsidi

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

1 Feb 2024 12:49

Thumbnail Penggunaan Pupuk Organik Jadi Opsi di Tengah Minimnya Alokasi Pupuk Bersubsidi
Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Karena alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat berkurang, Pemprov Jatim mengimbau kepada para petani untuk beralih ke pupuk organik. Di beberapa wilayah Jawa Timur, penggunaan pupuk organik sudah cukup masif dilakukan para petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pertahanan Pangan (Kadistan KP), Dydik Rudi Prasetya mengatakan, saat ini alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat hanya 39,85% dari kebutuhan. Oleh sebab itu pupuk organik jadi opsi yang masuk akal untuk mengatasi stok yang kurang.

Dari jumlah usulan kebutuhan pupuk sebanyak 2.418.491 ton, petani Jawa Timur mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi 963.847 ton sehingga masih kurang 1.454.844 ton.

"Karena kurangnya alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah. Kami menghimbau petani untuk beralih ke pupuk organik," jelas Dydik, Kamis (1/2/2024).

Baca Juga:
PKB Dukung Kinerja Positif Pemprov Jatim, Dinilai Berdampak pada Masyarakat

Lebih lanjut efektivitas pupuk kandang akan menyamai pupuk kimia jika digunakan terus menerus dalam jangka waktu tertentu (3-5 tahun). Sehingga perlu didorong penggunaannya secara massif agar selain dapat memulihkan tingkat kesuburan tanah serta meningkatkan hasil panen.

"Di sisi lain karena penggunaan pupuk kimia yang dilakukan terus menerus menyebabkan degradasi lahan pertanian sehingga diperlukan pupuk organik yang ramah lingkungan untuk mengembalikan kesuburan tanah," imbuhnya.

Sementara itu, sebagai antisipasi bencana dan gagal panen, Pemprov Jatim telah melakukan antisipasi melalui kegiatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Apabila ada petani peserta AUTP yang terkena bencana/gagal panen karena serangan hama penyakit, kekeringan maupun banjir akan mendapatkan perlindungan melalui asuransi pertanian ini sebesar Rp. 6.000.000,-/Ha.

"Kami juga sudah melakukan langkah antisipasi dengan memberikan perlindungan kepada petani berupa asuransi pertanian," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Dukung PP TUNAS, Cak Hadi Tekankan Pentingnya Orang Tua Batasi Gadget Anak

Baca Sebelumnya

HPN 2024 : PWI Tuban Santuni Yatim Keluarga Almarhum Wartawan

Baca Selanjutnya

DPRD Jabar Optimis Garut Bisa Turunkan Prevalesi Stunting 14% di 2024

Tags:

Dinas Pertanian Jatim Pupuk bersubsidi pupuk organik Asuransi pertanian AUTP Pemprov Jatim

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar