KETIK, MALANG – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Malang saat ini masih di angka 5,97 persen. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyoroti pekerja di sektor informal yang masih belum terdata telah bekerja.
Wahyu menegaskan angka TPT Kota Malang telah mengalami penurunan dari angka sebelumnya yang mencapai 6,10 persen. Penurunan tersebut menunjukkan adanya kesempatan masyarakat dalam memperoleh pekerjaan.
Kendati demikian masih banyak pekerja di Kota Malang yang belum terakomodasi dalam pendataan ketenagakerjaan. Khususnya para pekerja yang berada di sektor informal dan ekonomi kreatif.
"Pekerjaan ini kan tidak hanya berdasarkan dari pekerjaan-pekerjaan yang ada, tapi dengan UMKM yang juga semakin banyak, itu juga bagian dari pekerjaan. Termasuk juga pekerjaan yang belum bisa terdata dengan baik ini yang informal atau sektor kreatif," ujar Wahyu, Kamis 17 September 2026.
Ia menjelaskan Kota Malang merupakan kota kreatif sehingga banyak masyarakat yang bekerja di sektor kreatif. Seperti pekerjaan yang berkaitan dengan IT, konten kreator, maupun bidang-bidang lainnya yang termasuk dalam 17 subsektor ekonomi kreatif.
Baca Juga:
Temukan BPJS Pekerja Non-Aktif, DPRD Kota Malang Minta Pemkot Evaluasi Perusahaan"Itu kan juga tidak terdata, padahal mereka bekerja dan mendapatkan pekerjaan yang lebih banyak. Banyak orang-orang bekerja di sektor informal, di ekonomi kreatif karena ada 17 subsektor ekonomi kreatif. Itu rata-rata pekerjaannya tidak banyak masuk dalam dunia pekerjaan yang terdaftar di Disnaker," lanjutnya.
Selain pendataan, Wahyu juga melihat peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Melalui BLK, masyarakat dapat diberikan pelatihan sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
"Jadi misal ada beberapa perusahaan menginginkan pekerjaan terkait dengan IT. Nah, BLK memfasilitasi juga salah satunya dengan memberikan bimbingan ataupun kursus terkait juga dengan IT. Jadi mereka seperti itu," pungkasnya.