KETIK, GRESIK – Di salah satu rumah sederhana di Dusun Lingsir, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, suasana haru menyelimuti kegiatan Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Di tengah kegiatan fisik TMMD 128 Gresik, terselip kisah kemanusiaan yang begitu menyentuh hati. Di rumah milik Bu Warni, seorang wanita berusia lanjut, 67 tahun, berkesempatan menjadi penerima bantuan program renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu).

Tubuh renta dan kondisi kesehatan yang mulai menurun membuat dirinya tak mampu banyak beraktivitas. Namun di tengah keterbatasannya, Bu Warni justru dikelilingi kasih sayang para prajurit TNI.

Pratu Gilang, prajurit Yonif 500/Sikatan yang juga bertugas di bidang kesehatan, tak kuasa menyembunyikan rasa keprihatinan saat melihat kondisi Bu Warni. Dengan penuh perhatian, ia memeriksa layaknya seorang anak yang sedang menjaga ibunya sendiri.

Pratu Gilang, prajurit Yonif 500/Sikatan (kanan) berbincang dengan Bu Warni di sela kegiatan program TMMD 128 di Dusun Lingsir, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 9 Mei 2026. (Foto: ITH for Ketik.com)

Baca Juga:
Tak Sekadar Singgah! Di Rumah Ibu Ani, Rasa Rindu Prajurit untuk Keluarga Seketika Terobati

Tatapan Bu Warni terlihat berkaca-kaca. Di usia senjanya, ia tak menyangka masih ada tangan-tangan tulus yang peduli pada dirinya.

"Bu, ini obat Amoldiphin untuk turunkan darah tinggi, Parasetamol mengurangi nyeri dan sakit kepala dengan vitamin supaya jaga ketahanan tubuh.  Ibu cepat sembuh ya," kata Pratu Gilang. sembari memberi obat ke Bu Warni.

Tak berhenti di situ, Praka Alenta Saputra Simbolon juga menunjukkan sisi lembut seorang prajurit. Sembari menunggu rekannya memeriksa Bu Warni.

Terlihat ia sibuk memasak air panas. Segelas teh hangat kemudian disuguhkan untuk Bu Warni agar tubuhnya terasa lebih nyaman.

Baca Juga:
Budaya atau Mitos? Hiii.. "Penampakan" Pemuda Berseragam SD Ikut Pengecoran Jalan Malam Hari

Momen sederhana itu justru menghadirkan suasana yang begitu menggetarkan hati. Tak ada sekat antara tentara dan rakyat. Yang terlihat hanyalah kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.

Bagi para prajurit Yonif 500/Sikatan, Bu Warni bukan sekadar warga penerima bantuan TMMD, bahkan telah menganggapnya seolah ibu sendiri.

Dan yang pasti, TMMD bukan hanya tentang membangun rumah atau infrastruktur desa. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan cinta, kepedulian serta pelukan kemanusiaan bagi siapapun yang membutuhkan. (*)