KETIK, SIMEULUE – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Aceh berhenti beroperasi sementara.

Hal itu diakibatkan saldo Virtual Account (VA) yang menipis dan belum cairnya dana operasional dari pemerintah pusat.

Koordinator Regional Aceh Badan Gizi Nasional (BGN), Mustafa Kamal, membenarkan adanya penghentian operasional sementara di sejumlah SPPG tersebut.

“Benar, pemberhentian operasional sementara dikarenakan ada beberapa SPPG yang saldo VA-nya menipis dan belum masuk dana untuk operasional. Hari ini sedang diproses pencairannya,” ujar Mustafa Kamal, Senin, 8 Juni 2026.

Terkait jumlah SPPG yang terdampak, Mustafa menyebut pihaknya masih melakukan pendataan.

Baca Juga:
Badan Gizi Nasional Siapkan Dana Non-APBN untuk Program MBG di Daerah 3T

“Masih dalam pendataan korwil karena sore ini ada yang sudah masuk VA,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya telah diterbitkan arahan resmi kepada Kepala SPPG Aceh dan Sumut tentang sejumlah ketentuan penanganan darurat terkait situasi ini.

Setiap SPPG diwajibkan memastikan ketersediaan dana VA sebelum melanjutkan operasional. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, apabila saldo VA tersisa 30 persen dari Rp500 juta atau sekitar Rp150 juta seharusnya sudah terjadi pengisian ulang secara otomatis.

Namun jika dana belum masuk dan saldo sudah habis, SPPG diperintahkan untuk segera membuat laporan khusus dan melaporkannya ke SAGI 127.

Baca Juga:
MBG untuk Bumil-Balita Belum Merata, Pacitan Minta BGN Tambah Dapur SPPG di Wilayah 3T

Poin krusial dalam arahan tersebut adalah penegasan bahwa tidak ada mekanisme talangan maupun tempo bagi SPPG yang kehabisan saldo.

SPPG yang belum menerima topup dana diperintahkan menghentikan operasional hingga dana VA kembali tersedia. Bagi SPPG yang masih memiliki sisa dana, diperbolehkan menyesuaikan pembelian bahan baku dengan anggaran yang ada.

Sementara itu, Elsa Wulandari, Korwil Kabupaten Simeulue saat dikonfirmasi Jurnalis Ketik.com pada Selasa, 9 Juni 2026 mengatakan, untuk wilayah Kabupaten Simeulue terdapat lima SPPG yang berhenti beroperasional sementara menunggu pencairan atau top up dana. 

"Kalau hari ini masuk uang besok segera launching, tapi per hari ini kami masih menunggu pencairan VA, karna sedang proses pencairan," Jelas Elsa. 

Data SPPG Ops / Off Ops di Kab. Simeulue

SPPG Operasional

1. SPPG Simeulue Timur Air Pinang (Yayasan Bina Generasi Simeulue)

2. ⁠SPPG Simeulue Tengah Lambaya (Yayasan Bina Generasi Simeulue)

3. ⁠SPPG Salang Jaya baru(Yayasan Keumala Bhayangkari)

4. ⁠SPPG Teupah Barat Awe kecil (Yayasan Bina Generasi Simeulue)

5. ⁠SPPG Teupah Tengah Busung Indah (Yayasan Bina Generasi Simeulue) *ops mulai rabu, 10 juni 2026*

6. ⁠⁠SPPG Simeulue Barat Layabaung (Yayasan Bina Generasi Simeulue) *ops mulai kamis,11 juni 2026*

SPPG Off Operasional sementara menunggu Pencairan VA

1. SPPG Simeulue Timur Lugu 

2. ⁠SPPG Simeulue Timur Ameria Bahagia

3. ⁠SPPG Simeulue Timur Suka Jaya 

4. ⁠SPPG Simeulue Cut Latak Ayah 

5. ⁠SPPG Teupah Selatan Labuhan Bakti. (*)